Kentang Belum Waktunya Dipanen Dicuri, Petani Sumberbrantas Kota Batu Rugi Jutaan Rupiah

Kentang Belum Waktunya Dipanen Dicuri, Petani Sumberbrantas Kota Batu Rugi Jutaan Rupiah
Kentang Belum Waktunya Dipanen Dicuri, Petani Sumberbrantas Kota Batu Rugi Jutaan Rupiah (Arief)

Batu, LINGKARWILIS.COM  – Kasus dugaan pencurian hasil pertanian menghebohkan warga Kota Batu setelah beredar di media sosial. Sejumlah tanaman kentang milik warga Dusun Jurang Kuali, Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, diduga dicuri oleh orang tak dikenal meski tanaman tersebut belum memasuki masa panen.

Dalam video yang beredar, seorang warga memperlihatkan kondisi lahan pertaniannya yang tampak berantakan. Sejumlah besar tanaman kentang di lahan tersebut dilaporkan telah hilang.

Narasi dalam video menyebut dugaan pencurian terjadi di kawasan Brakseng. Aksi tersebut bahkan disebut telah berlangsung selama hampir dua pekan dan membuat petani setempat resah.

Kapolsek Bumiaji AKP Anton Hendry Subagijo membenarkan adanya laporan terkait dugaan pencurian tanaman kentang tersebut. Pihak kepolisian menerima informasi awal dari perangkat Desa Sumberbrantas.

Baca juga : Pawai Budaya Digelar di Jalur Batu-Mojokerto Besok, Pengendara Bisa Lewat Rute Alternatif

“Kemarin Kepala Dusun sudah ke kantor (Polsek Bumiaji) menyampaikan terkait itu (ada temuan kasus pencurian kentang),” ujar Anton, Selasa (4/8/2026).

Mengenai informasi di media sosial yang menyebut aksi pencurian terjadi berulang kali selama dua pekan, Anton mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman. Polisi baru menerima satu laporan terkait kejadian tersebut.

“Kalau berulang kalinya saya kurang tahu persis ya, kemarin baru satu yang dilaporkan. Kalau perkara lain saya kurang tahu,” jelasnya.

Akibat pencurian tersebut, korban diperkirakan mengalami kerugian hingga jutaan rupiah. Kendati demikian, polisi belum dapat memastikan nilai kerugian secara pasti lantaran tanaman kentang yang diambil masih berusia muda dan belum waktunya dipanen.

“Ada yang mengatakan kerugian sampai Rp3 juta. Tapi kita belum tahu pastinya, karena ukurannya beranekaragam dan masih muda-muda. Belum waktunya panen tapi sudah dibedol,” ungkap Anton.

Baca juga : Komisi IV DPRD Kabupaten Kediri Sidak SMPN 1 Kras, Minta Operasional SPPG Dihentikan Sementara

Untuk mencegah aksi serupa kembali terjadi, Polsek Bumiaji mengajak masyarakat dan pemerintah desa meningkatkan pengamanan lingkungan, terutama di kawasan perkebunan yang menjadi lokasi aktivitas petani.

“Kami berkoordinasi dengan lingkungan untuk upaya pencegahan. Melalui Kepala Dusun, saya minta siskamling atau patroli di wilayah perkebunan bisa diatur jadwal waktunya agar tidak terjadi kejadian serupa,” tandasnya.***

Reporter: Arief Juli Prabowo

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *