Daerah

Berdiri Ratusan Tugu Perguruan Silat di Tulungagung, Baru 16 Tugu yang Sudah Dibongkar

Baru 16 Tugu Perguruan Silat di Tulungagung yang Sudah DibongkarProses pembongkaran tugu perguruan silat di Kecamatan Boyolangu beberapa waktu yang lalu (isal)

Tulungagung, LINGKARWILIS.COM – Tugu perguruan pencak silat di Tulungagung yang jumlahnya mencapai ratusan baru belasan yang sudah dibongkar atau dialihfungsikan.

Rinciannya, tugu perguruan pencak silat yang ada di Tulungagung sebanyak 112 buah, berdiri di 19 kecamatan. Sebanyak 50 tugu berdiri di fasilitas umum (fasum), sedangkan 62 tugu sisanya berada pada lahan milik pribadi.

Sejak Agustus 2023 kemarin, baru 16 tugu saja yang sudah dibongkar atau dialihfungsikan.

Bukan dari Pengembang, Biaya Pembangunan Tempat Ibadah di Perumahan Pondok Indah Kota Hasil Swadaya Masyarakat

“Fokus penertiban kita hanya pada tugu yang berdiri di fasum saja. Dan 16 tugu itu yang berdiri di fasum, kalau tugu yang ada pada lahan pribadi sudah bukan kewenangan kami,” kata Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Tulungagung, Bambang Triono, Jumat (20/10/2023).

Atas hal itu, ungkap Bambang, berarti masih ada sebanyak 34 tugu perguruan pencak silat yang masih berdiri pada fasum milik Pemkab Tulungagung.

Saat ini, pihak Forkopimda dan Forkopimcam sendiri terus berupaya untuk melakukan pendekatan kepada masing-masing perguruan silat yang ada.

Maka dari itu, pihaknya yakin jika pembongkaran tugu perguruan pencak silat di Tulungagung hanya tinggal menunggu waktu dan kesadaran perguruan pencak silat.

Namun apabila sampai dengan tenggat waktu belum selesai dibongkar, maka akan ada upaya rapat koordinasi (Rakor) yang dilakukan Forkopimda.

“Sesuai surat edaran, batas akhir pembongkaran tugu perguruan silat pada akhir Oktober 2023. Tetapi kalau belum selesai, kami akan rapatkan kembali dengan Forkopimda,” ungkapnya.

Disinggung terkait mana saja tugu yang sudah dibongkar, Bambang menyebut 16 tugu itu yakni Kecamatan Rejotangan 1 tugu, Boyolangu 1 tugu, dan Kauman 1 tugu.

Selanjutnya, Kedungwaru 3 tugu, Pucanglaban 1 tugu, Karangrejo 1 tugu, Kalidawir 2 tugu, Pakel 2 tugu, Kota 1 tugu, Sendang 2 tugu dan Pucanglaban 1 tugu.

Menurut Bambang, 16 tugu yang sudah dibongkar itu kebanyakan dilakukan atas dasar kesadaran diri dari masing-masing perguruan silat.

Namun, sejak penertiban ini dilakukan, tren kekerasan yang melibatkan perguruan silat di Tulungagung mulai menurun.

“Memang faktanya sejak penertiban tugu, tren kekerasan antar pencak silat di Tulungagung menurun. Tapi untuk memastikan hal itu, kami perlu penelitian lebih dalam,” pungkasnya.***

Reporter : Mochammad Sholeh Sirri
Editor : Hadiyin

Leave a Reply