Diduga Kelaparan, Puluhan Monyet di Blitar Turun Gunung, Ini Infonya

kawanan pun turun gunung dan menyerbu perkampungan karena kelaparanTangkapan layar kawanan monyet santai di teras rumah Endang. (aziz)

Blitar, LINGKARWILIS.COM – Musim kemarau juga berakibat pada kekeringan pepohonan dan buah-buahan yang menjadi sumber makanan bagi kawanan monyet. Dampaknya, kawanan monyet turun dari pegunungan dan menginvasi perkampungan.

Insiden turunnya kawanan monyet terjadi di Dusun Prambutan, RT 03/RW 4 Desa Kawedusan, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar.

Puluhan monyet memasuki perkampungan, mengonsumsi buah-buahan, dan bahkan merusak telur ayam. Selain itu, beberapa monyet juga merusak atap.

Proses Pembebasan Lahan Proyek Tol Kediri-Kertosono Disebut Tinggal 2 Persen

Endang Astuti, seorang warga setempat, menyatakan bahwa meskipun gangguan tidak bersifat menyeluruh, keberadaan monyet yang turun ke kampung menjadi sumber kekhawatiran.

“banyak, ada puluhan ekor,” katanya, Senin (27/11/2023).

Endang Astuti menjelaskan bahwa fenomena monyet turun ke kampung ini baru terjadi dalam seminggu terakhir.

“Monyet-monyet ini turun saat waktu makan atau pagi hari, bergelantungan di pohon dan kabel listrik. Beberapa bahkan mendekati teras rumah dan naik ke atap genteng,” jelasnya.

Sebanyak 15 Peserta Langsung Gugur dalam Ujian CAT PPPK di Lingkup Pemkot Blitar, ini Penyebabnya

Warga merasa khawatir terutama ketika monyet turun ke teras. Meskipun sebagian besar monyet tidak menyebabkan gangguan yang signifikan, kehadiran puluhan monyet tetap menimbulkan kecemasan.

Beberapa buah seperti nangka dan pisang menjadi sasaran empuk, dan kandang ayam juga tidak luput dari incurian monyet.

Warga menduga bahwa kawanan monyet turun dari pegunungan karena kekurangan buah-buahan di atas sana akibat musim kemarau.

Tanaman buah di pegunungan banyak yang mati karena kurangnya air, membuat situasi tahun ini menjadi lebih parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Beberapa warga telah mengambil inisiatif dengan melaporkan masalah ini ke anggota Polsek Ponggok, berharap agar langkah-langkah dapat diambil untuk mencegah kemungkinan gangguan lebih lanjut.

“Mudah-mudahan mereka tidak turun lagi, karena khawatir jumlah mereka akan semakin bertambah seiring berjalannya waktu,” ujar Suparman, seorang warga lainnya.***

Reporter : Abdul Aziz

Editor  Hadiyin

Leave a Reply