Dispertabun Kabupaten Kediri Petakan Wilayah Persawahan yang Rawan Bencana, Ini Tujuannya

Dispertabun Kabupaten Kediri Petakan Wilayah Persawahan Rawan Terdampak Bencana Banjir dan LongsorLahan persawahan rawan terdampak bencana di Kabupaten Kediri (ist)

Kediri, LINGKARWILIS.COM – Dalam upaya mencegah kerugian bagi sektor pertanian dan perkebunan di Kabupaten Kediri akibat bencana banjir dan longsor, Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri melakukan pemetaan wilayah persawahan yang rawan terdampak.

Hal ini merupakan respons terhadap puncak musim hujan yang terjadi pada bulan Pebruari 2024 ini.

Anang Widodo, Kepala Dispertabun Kabupaten Kediri, menjelaskan bahwa sejumlah wilayah di Kabupaten Kediri, seperti Purwoasri, Papar, Gampengrejo, Mojo, Semen, Banyakan, Grogol, dan Tarokan, memiliki risiko tinggi terkena bencana banjir karena kondisi sungai yang rawan jebol tanggulnya.

“Dampak dari potensi jebolnya tanggul sungai tersebut dapat mengancam lahan pertanian dan perkampungan di sekitarnya,”kata Anang Widodo, Senin (12/02/2024).
Meskipun hingga minggu kedua bulan Pebruari belum ada laporan mengenai lahan sawah yang terdampak banjir, langkah-langkah pencegahan tetap diperlukan.
“Tindakan yang diambil adalah penguatan tanggul sungai dan normalisasi saluran irigasi guna menjaga keamanan lahan pertanian dan mencegah kerugian yang mungkin timbul akibat banjir,”  tambahnya.
Baca juga : Saat Pencoblosan, PNS, Pelajar dan Karyawan Swasta, Semuanya Libur, Ini Penjelasan Sekda Kabupaten Kediri 

Anang menyoroti pentingnya kerjasama antara Dispertabun dan kelompok tani (poktan) di setiap wilayah untuk menjaga kebersihan sungai, anak sungai, dan saluran irigasi. Hal ini bertujuan untuk mencegah pendangkalan yang dapat memperburuk risiko banjir.
“Jika diperlukan, alat berat juga akan digunakan untuk melakukan normalisasi sungai yang lebih besar guna mengurangi potensi terjadinya banjir di masa yang akan datang,’ pungkasnya.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin

Leave a Reply