Daerah  

DKPP Kota Blitar Dorong Warga Pakai Polybag untuk Memanfaatkan Lahan Kosong

DKPP Kota Blitar Ajak Masyarakat Manfaatkan Lahan untuk Polybag, Ini Beberapa Keuntungannya
Pegawai DKPP menunjukkan sawi yang dipanen melalui media polybag. (aziz)
Kediri, LINGKARWILIS.COM – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar aktif mengadakan sosialisasi untuk memanfaatkan lahan secara optimal. Salah satu metode yang didorong adalah penggunaan media tanam dalam polybag.
Menurut Kepala DKPP Kota Blitar, drh. Dewi Masitoh, penggunaan polybag sebagai media tanam memiliki banyak keuntungan, terutama untuk lahan sempit di area perkotaan.

“Banyak untungnya. Makanya kami gencar sosialisasi utamanya kepada kelompok wanita tani,” katanya pada Senin (01/7).

banner 400x130
Baca juga : Polres Kediri Kota Gelar Upacara Kenaikan Pangkat Anggota, Tekankan Profesionalisme dan Dedikasi

Dewi Masitoh menjelaskan bahwa tanaman yang ditanam dalam polybag lebih mudah diawasi dan cenderung lebih tahan terhadap gangguan hama dibandingkan dengan media tanam lainnya.

Selain itu, penggunaan polybag memungkinkan nutrisi yang diberikan kepada tanaman dapat diserap secara optimal oleh akar, memastikan pertumbuhan yang lebih baik dan sehat.

“Melalui polybag, pengawasan tanaman dapat dilakukan secara individu dan nutrisi yang diberikan pada tanaman juga dapat diserap secara optimal oleh akar tanaman. Lebih terjaga,” tambahnya.

Baca juga : Festival Jaranan Meriahkan HUT Kota Kediri ke-1145 di Area Wisata Goa Selomangleng, Hadiahnya Puluhan Juta

Beberapa waktu lalu, DKPP Kota Blitar berhasil memanen puluhan tanaman sawi yang dibudidayakan di pekarangan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Sananwetan.

Dari hasil tersebut, Dewi mengajak seluruh Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kota Blitar untuk mengoptimalkan budidaya tanaman melalui media tanam menggunakan polybag agar hasil panen lebih maksimal.

Selain mengajak KWT untuk berbudidaya sayuran, DKPP juga intens memberikan pembinaan lain, seperti pengolahan pupuk organik. Pembinaan ini dilakukan secara bertahap kepada sejumlah KWT se-Kota Blitar, dengan tujuan untuk mengedukasi mereka tentang manfaat pupuk organik yang lebih ramah lingkungan.

Dewi menekankan bahwa dengan metode ini, bukan hanya hasil panen yang dioptimalkan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan melalui penggunaan pupuk organik. “Pupuk organik lebih ramah lingkungan,” tutupnya.***

Reporter : Aziz Wahyudi
Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *