Daerah  

DP2KBP3A Kabupaten Kediri Ajak Warga Rutin Kunjungi Posyandu untuk Cegah Stunting

DP2KBP3A Kabupaten Kediri Ajak Warga Rutin Kunjungi Posyandu untuk Cegah Stunting
ilustrasi
Kediri, LINGKARWILIS.COM – Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Kediri mengimbau warga yang memiliki balita untuk rutin mengunjungi Posyandu.
Kepala DP2KBP3A Kabupaten Kediri, Dr. dr. Nurwulan Andadari, menegaskan bahwa kunjungan rutin ke Posyandu adalah bagian dari upaya pencegahan stunting pada anak-anak.

Menurut Dr. Nurwulan, Posyandu menyediakan layanan kesehatan penting bagi masyarakat, khususnya ibu dan anak.

banner 400x130
Di Posyandu, balita dapat menjalani pemeriksaan pertumbuhan dan perkembangan, menerima imunisasi, serta mendapatkan pendidikan kesehatan dari petugas medis.
Pemeriksaan rutin ini memungkinkan pemerintah untuk memonitor dan mengendalikan angka stunting di Kabupaten Kediri.

“Posyandu dijadwalkan setiap bulan dan kehadiran rutin sangat penting untuk pengendalian stunting. Dengan deteksi dini, intervensi bisa dilakukan lebih efektif,” ujar Dr. dr Nurwulan, Rabu (12/6/2024).

Namun, Dr. dr Nurwulan menyatakan bahwa sebagian warga masih kurang disiplin dalam mengikuti jadwal pemeriksaan kesehatan di Posyandu.

“Ada yang datang hanya 2 atau 3 kali, kemudian tidak hadir lagi. Idealnya anak harus ditimbang setiap bulan,” ungkapnya.

Sebagai upaya mengatasi hal tersebut, DP2KBP3A mendorong pemerintah desa untuk memotivasi masyarakat agar rutin mengunjungi Posyandu. Termasuk juga menekankan pentingnya inovasi di Posyandu untuk meningkatkan minat warga dalam menghadiri kegiatan tersebut.

Inovasi bisa berupa penyuluhan gizi dengan menggunakan media menarik, serta program kunjungan rumah untuk memastikan ibu dan anak mendapatkan perawatan yang diperlukan.
Inovasi layanan Posyandu di Kabupaten Kediri diharapkan dapat membantu meningkatkan partisipasi warga dalam kegiatan Posyandu.

“Agar tidak monoton diperlukan inovasi-inovasi agar warga tertarik untuk datang ke Posyandu,” tutupnya.

Sementara itu, menurut data dari Kementerian Kesehatan, prevalensi stunting di Indonesia pada tahun 2023 adalah sekitar 24,4%, dengan target penurunan menjadi 14% pada tahun 2024.

Sedangkan Kabupaten Kediri angka stunting berhasil diturunkan dari 21% menjadi 16%, berkat berbagai upaya peningkatan layanan kesehatan, termasuk peran aktif Posyandu.***

Reporter : Agus Sulistyo Budi

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *