GMNI dan PMII Kediri Gelar Aksi, Perjuangkan Nasib Pedagang Alun-alun Kota Kediri

GMNI dan PMII Kediri Gelar Aksi, Perjuangkan Nasib Pedagang Alun-alun Kota KediriAktivis mahasiswa GMNI dan PMII saat menggelar aksi
Kediri, LINGKARWILIS.COM – Mangkraknya pembangunan Alun-alun Kota kediri akibat pemutusan kontrak kerja kontraktor PT. Surya Graha Utama Sidoarjo selaku rekanan PUPR Kota Kediri menjadi keprihatinan aktivis GMNI dan PMII Kediri.
Apalagi dikabaran pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Alun-alun akan dilanjutkan pada 2025 mendatang yang dipastikan akan membuat para pedagang semakin lama kelimpungan.

Keprihatinan para aktivis GMNI dan PMII Kediri ini diwujudkan dengan melakukan aksi unjuk rasa di depan Alun-alun Kota Kediri, Selasa (12/12/2023) sore.

Astagfirullah, Angka Pernikahan Dini di Kabupaten Kediri pada 2023 Mencapai 417 Kasus, Mayoritas Karena Sudah Hamil Duluan

“Kami disini menyuarakan apa yang menjadi keresahan pedagang yang terkena dampak dari mangkraknya Alun-alun Kota Kediri,” ungkap Saiful Amin, Ketua PMII Kota Kediri saat orasi.

“Aksi ini akan terus kami lakukan secara berkala hingga ada kepastian terkait nasib PKL terdampak pembangunan Alun-alun Kota Kediri,” tegasnya.

Aktivis GMNI dan PMII meminta agar permasalahan pembangunan RTH Alun-alun diampaikan transparan dan diketahui oleh masyarakat secara gamblang.

“pemindahan para PKL membuat omset mereka turun dan ini sampai kapan, rakyat kecil yang dirugikan,” jelas Rozikin, Ketua GMNI Kediri.

Lagi, Warga Desa Semen Kecamatan Semen Kabupaten Kediri Bergejolak,  Kembali Pertanyakan Progam PTSL  

Rozikin mengungkapkan, dari 97 PKL yang sebelumnya berjualan di sekitar alun-alun kini hanya 10 PKL yang tersisa.

Rozikin meminta adanya dialog dan rapat terbuka agar PKL mendapatkan penjelasan dan mengetahui permasalahan yang terjadi.

GMNI dan PMII juga mengusulkan kompensasi kepada para pedagang yang terdampak pembangunan Alun-alun Kota Kediri.

“Kami berencana menggelar aksi lanjutan, mungkin di DPRD atau Pemerintah Kota Kediri,” ungkap Rozikin.***

Reporter : Agus Sulistyo Budi

Editor : Hadiyin

Leave a Reply