Keprihatinan para aktivis GMNI dan PMII Kediri ini diwujudkan dengan melakukan aksi unjuk rasa di depan Alun-alun Kota Kediri, Selasa (12/12/2023) sore.
“Kami disini menyuarakan apa yang menjadi keresahan pedagang yang terkena dampak dari mangkraknya Alun-alun Kota Kediri,” ungkap Saiful Amin, Ketua PMII Kota Kediri saat orasi.
“Aksi ini akan terus kami lakukan secara berkala hingga ada kepastian terkait nasib PKL terdampak pembangunan Alun-alun Kota Kediri,” tegasnya.
Aktivis GMNI dan PMII meminta agar permasalahan pembangunan RTH Alun-alun diampaikan transparan dan diketahui oleh masyarakat secara gamblang.
“pemindahan para PKL membuat omset mereka turun dan ini sampai kapan, rakyat kecil yang dirugikan,” jelas Rozikin, Ketua GMNI Kediri.
Rozikin mengungkapkan, dari 97 PKL yang sebelumnya berjualan di sekitar alun-alun kini hanya 10 PKL yang tersisa.
Rozikin meminta adanya dialog dan rapat terbuka agar PKL mendapatkan penjelasan dan mengetahui permasalahan yang terjadi.
GMNI dan PMII juga mengusulkan kompensasi kepada para pedagang yang terdampak pembangunan Alun-alun Kota Kediri.
Reporter : Agus Sulistyo Budi
Editor : Hadiyin





