Jumlah Sapi Bantuan Program Korporasi Tidak Diterima Penuh 5 Kelompok Peternak di Kabupaten Kediri, Ini Sebabnya       

Jumlah Sapi Bantuan Program Korporasi Tidak Diterima Penuh 5 Kelompok Peternak di Kabupaten Kediri, Ini SebabnyaSapi Bantuan Korporasi di kandang kelompok peternak Banjarsari di Desa Banjarejo (bidu)
Kediri, LINGKARWILIS.COM – Sebanyak 5 kelompok peternak sapi di Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri yang mendapatkan bantuan program korporasi sapi dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI pada 2021 lalu hingga kini tidak mengetahui pasti penyebab sapi bantuan yang mereka terima tidak sesuai dengan jumlah seharusnya yakni 200 ekor sapi.
Meski sejak awal pendistribusian sapi bantuan itu dikabarkan dilakukan secara berkala namun hingga memasuki tahun 2024 sampai Maret ini, pendistribusian sapi bantuan itu belum genap 200.
Bahrul Basith, ketua kelompok peternak sapi Banjarsari di Desa Banjarejo Kecamatan Ngadiluwih mengaku tidak tahu alasan sapi bantuan itu selama 3 tahun ini pendistribusiannya belum tuntas.
“kami hanya menerima 135 ekor sapi dengan rincian 100 ekor sapi jantan dan 35 ekor sapi betina,” ujarnya, Kamis (21/3/2024).
Demikian juga ketua kelompok peternak sapi Ngadimulyo di Desa Ngadiluwih Kecamatan Ngadiluwih, Mat Sujud. Dia juga mengaku tidak mengetahui alasan mengapa pendistribusian sapi sampai 3 tahun belum juga tuntas.
“Semua sama mas, 5 kelompok peternak sapi belum ada yang menerima genap 200 sapi,” ucapnya.
Mad Sujud mengaku beberapa kali menanyakan pada petugas dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Kediri saat ada kunjungan ke kandang terkait penuntasan pendistribusian sapi bantuan namun jawabannya tidak pasti.
“Sama orang dinas dijawab masih dalam proses,” tuturnya.
Sedangkan Ketua Kelompok Peternak Sapi Tani Makmur di Desa Badal, Kecamatan Ngadiluwih, Sofarudin, mengaku mendapatkan sapi jantan 100 ekor, sama dengan kelompok peternak sapi lainnya, namun untuk sapi indukan atau betinanya dia hanya mendapatkan kiriman 19 ekor.
“Indukannya hanya 19 ekor karena waktu itu pengirimannya tidak bareng,” ujarnya, Jumat (22/3/2024).
Sofarudin menambahkan, dia mendapatkan jawaban yang lebih detil mengenai tidak tuntasnya distribusi sapi bantuan pada mereka yakni dikarenakan masalah pengadaan sapi betina atau indukannya.
“Saya sudah tanya ketika ada petugas kunjungan ke kandang, kapan kekurangan sapinya didistribusikan, jawabannya tidak pasti karena pihak ketiga sebagai penyedia barang atau sapi kesulitan dalam pengadaan Sapi BX atau Brahman Cross dari Australia,” jelasnya.
Sedangkan kelompok tani lainnya yakni Joni Sriwarsono dari Kelompok Peternak Sapi  Ngudi Rejeki di Desa Ngadiluwih dikonfirmasi via telepon tidak menjawab  meski nada berdering. Kemudian Siswoko dari Kelompok Tani Subur di Desa Tales Kecamatan Ngadiluwih tidak bisa memberi penjelasan karena masih mengikuti sebuah acara.
Sementara itu, drh Tutik Purwaningsih, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Kediri membenarkan bahwa penerimaan sapi bantuan program korporasi sapi dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI pada 2021 lalu tidak sesuai target.
Sesuai informasi yang dia terima dari pusat, tidak genapnya pendistribusian sapi bantuan tersebut dikarenakan kendala pengadaan dimana pihak ketiga sebagai penyedia barang tidak bisa memenuhi kuota.
 “Selain itu juga karena keterbatasan anggaran sehingga sepertinya dihentikan untuk distribusi sapinya,”pungkasnya.***
Untuk diketahui, pada 2021 lalu sebanyak 5 kelompok peternak sapi di Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri mendapatkan bantuan 1000 ekor sapi melalui program korporasi sapi dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI. Masing-masing kelompok peternak mendapatkan jatah 200 ekor sapi.

Program tersebut merupakan langkah pengembangan korporasi sapi. Sebab, Kabupaten Kediri dinilai berpotensi besar dengan keberadaan sentra sapi potong dengan jumlah ratusan ribu ekor.

Harapannya, program korporasi itu akan berdampak positif bagi peternak sapi dan masyarakat sekitar karena mampu menyerap tenaga kerja melalui sistem padat karya.***

Editor : Hadiyin

Leave a Reply