Kadinkes Kota Kediri : Seharusnya Obat yang Kadaluwarsa Disimpan dan Tidak Digunakan Lagi 

Kadinkes Kota Kediri : Seharusnya Obat yang Kadaluwarsa Disimpan dan Tidak Digunakan Lagi Kadinkes Kota Kediri : Seharusnya Obat yang Kadaluwarsa Disimpan dan Tidak Digunakan Lagi 

Kediri, LINGKARWILIS.COM – Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri dr. Muhammad Fajri Mubasysyir menegaskan bahwa obat medis di rumah sakit yang kadaluwarsa seharusnya disimpan dan tidak digunakan lagi.

Hal itu disampaikan dr Fajri menanggapi kasus dugaan pemberian infus kadaluwarsa yang diberikan oleh tenaga medis di RSUD Kilisuci Kota Kediri terhadap salah satu pasien anak.

“yang namanya obat kadaluwarsa ya harus disimpan,” ujarnya, Sabtu (06/01/2024).

Baca juga : Program Lima Hari Sekolah di Kota Kediri Tahun 2024 Jalan Terus

Meski begitu, dr Fajri mengaku akan menelusuri kronologi dan penyebab infus kadaluwarsa sampai diberikan oleh tenaga medis RS Kilisuci pada pasien anak.

“Saya akan cari informasi kok ini bisa terjadi,” tambahnya.

Diberitakan sebelumnya,  kecerobohan penanganan pasien dilakukan tenaga medis di RSUD Kilisuci Kota Kediri. Diduga karena diberi infus kadaluarsa, Gazendra Zyandru Azmi Prasetya, salah satu pasien anak-anak mengalami gangguan serius.

Sesuai informasi dari Ariadi, orang tua pasien, gangguan yang mengkhawatirkan diketahui ketika anaknya buang air kecil, air seninya bercampur darah.

“begitu saya tahu air seninya bercampur darah saya panik dan segera minta rujuk pindah rumah sakit lain,tapi dari kemarin tidak bisa” ujar Ariadi, Jumat ( 5/01/ 2024) malam.

Baca juga : Dinkes Kabupaten Kediri Imbau Warga Waspada Covid-19 Varian Baru, Ini Pesannya

Ariadi menduga gangguan serius yang dialami anaknya dipicu karena pemberian infus kadaluarsa.

“kemarin saya temukan anak saya diberi infus kadaluarsa, habis masa pemakaian sejak 30 Desember, namun sudah kami komplain ke petugas medis tapi katanya tidak apa-apa”

Ariadi juga mencari informasi dari rekannya yang berprofesi sebagai tenaga medis dan disarankan segera dirujuk ke rumah sakit lain

“Pemberian infus kadaluarsa sangat berisiko, makanya kami bersikeras minta pindah rumah sakit,”.

Sementara itu,  Direktur RSUD Kilisuci Kota Kediri dr Tutik Mahanani, hingga Sabtu siang belum bisa menyampaikan tanggapan perihal pasien anak yang diberi infus kadaluwarsa.

“saya masih dijalan mas, bahan klarifikasinya masih saya siapkan,” ujar dr Tutik Mahanani via telepon.***

Editor : Hadiyin

Leave a Reply