Kawanan Perampok Satroni SPBU Ngancar, Sekap Karyawan dan Bawa Kabur Uang 35 Juta

Lima Perampok Bercadar Gasak Uang Puluhan Juta Rupiah dan Sekap Karyawan SPBU di Kediri, Begini Kronologinyapetugas kepolisian saat mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP (ist)

Kediri, LINGKARWILIS.COM – Terjadi aksi perampokan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Dusun Gondanglegi, Desa Pandantoyo, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Rabu (7/2/2024) dinihari. Lima perampok melakukan penyekapan terhadap karyawan dan berhasil menggasak uang tunai dalam jumlah puluhan juta rupiah.

Karyawan yang menjadi korban adalah Dewa Bayu Saputra (22), seorang operator SPBU yang berasal dari Desa Jagul, Kecamatan Ngancar. Dewa mengalami luka-luka akibat peristiwa tersebut.

Kapolsek Ngancar, AKP Chardi Kukuh Wicaksono, menjelaskan bahwa perampokan tersebut terjadi saat Dewa sedang menjaga SPBU sekitar pukul 23.00 WIB pada Selasa malam.

Sekitar 1,5 jam kemudian, Dewa tertidur di ruangan belakang SPBU dan terbangun sekitar pukul 01.00 WIB karena mendengar suara di atas atap ruangan. Ketika Dewa membuka pintu ruangan, dia langsung diserang oleh kelompok perampok yang tidak dikenal, sekitar lima orang.

“Para langsung menyekap Dewa dengan mengikat tangannya menggunakan sabuk dan menyekap mulutnya dengan kain. Mereka juga menggunakan penutup wajah dan sarung tangan,” Jelas Kapolsek.

Setelah berhasil menyekap Dewa, perampok tersebut mengambil uang hasil penjualan BBM yang tersimpan di brankas dan laci. Kerugian material akibat perampokan tersebut diperkirakan mencapai Rp 35 juta.

Baca juga : Realisasi Prodamas Plus Tahun 2024 Kota Kediri di Masing-Masing Kelurahan Meliputi Berbagai Segmen, Ini Penjelasan Lurah Pakunden

Setelah melancarkan aksinya, perampok meninggalkan Dewa dalam keadaan terikat di dalam ruangan dan pergi meninggalkan lokasi. Dewa kemudian berhasil melepaskan ikatan dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Ngancar setelah mengalami luka-luka.

“Masih kami selidiki dan sudah dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di SPBU untuk mengumpulkan bukti dan petunjuk yang diperlukan dalam penyelidikan,” tutupnya.***

Reporter : Rizky Rusdiyanto
Editor : Hadiyin

Leave a Reply