Kecelakaan Helikopter Tewaskan Presiden Iran Ebrahim Raisi

Kecelakaan Helikopter Tewaskan Presiden Iran Ebrahim Raisi, 
Iran Ebrahim Raisi,dikabarkan twas setelah kecelakaan helikopter

LINGKARWILIS.COM – Presiden Iran Ebrahim Raisi, Menteri Luar Negeri Iran, dan beberapa pejabat lainnya ditemukan tewas di lokasi kecelakaan helikopter pada Senin setelah pencarian selama berjam-jam di daerah pegunungan berkabut di barat laut Iran. 

Dilansir Korea Herald, kecelakaan tersebut terjadi ketika Timur Tengah masih dalam ketegangan akibat perang Israel-Hamas. Sebelumnya, Ebrahim Raisi, di bawah komando Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, melancarkan serangan drone dan rudal terhadap Israel bulan lalu.

banner 400x130

Di bawah kepemimpinan Ebrahim Raisi, Iran mulai memperkaya uranium hingga hampir mencapai tingkat senjata, yang memperburuk ketegangan dengan Barat. 

Teheran juga diketahui memasok drone pembawa bom ke Rusia untuk perang di Ukraina dan mendukung kelompok milisi bersenjata di berbagai wilayah.

Sementara itu, Iran menghadapi protes massal selama bertahun-tahun terhadap teokrasi Syiah terkait kondisi ekonomi yang buruk dan hak-hak perempuan, membuat situasi saat ini sangat sensitif bagi Teheran dan masa depan negaranya.

TV pemerintah tidak menyebutkan penyebab pasti jatuhnya helikopter di provinsi Azerbaijan Timur, Iran. Di antara korban tewas adalah Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amirabdollahian, yang berusia 60 tahun.

Selain Raisi yang tewas di usia 63 tahun, ada juga Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amirabdollahian, gubernur provinsi Azerbaijan Timur, serta beberapa pejabat dan pengawal lainnya.

Pada Senin dini hari, pihak berwenang Turki merilis rekaman drone yang menunjukkan kebakaran di hutan belantara dan diduga merupakan puing-puing helikopter. 

Koordinat yang tercantum dalam rekaman menunjukkan kebakaran sekitar 20 kilometer selatan perbatasan Azerbaijan-Iran di sisi gunung yang terjal.

Rekaman yang dirilis oleh IRNA pada Senin pagi menunjukkan lokasi jatuhnya pesawat, di seberang lembah curam di pegunungan hijau., juga terndengar suara tentara yang sedang berbicara dalam bahasa lokal Azeri. 

Khamenei mengimbau masyarakat untuk salat pada Minggu malam. Namun, pemimpin tertinggi tersebut juga menekankan bahwa urusan pemerintahan Iran akan terus berlanjut apapun yang terjadi.

Menurut konstitusi Iran, wakil presiden pertama akan mengambil alih jabatan presiden jika presiden meninggal dengan persetujuan Khamenei, dan pemilihan presiden baru akan diadakan dalam waktu 50 hari. 

Wakil Presiden Pertama Mohammad Mokhber sudah mulai menerima telepon dari para pejabat dan pemerintah asing setelah absennya Raisi. 

Editor: Shadinta Aulia Sanjaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *