Kegiatan Posbindu PTM di Desa Puhrubuh Kecamatan Semen Akan Ditingkatkan, Ini Infonya

Kegiatan Posbindu PTM di Desa Puhrubuh Kecamatan Semen Akan DitingkatkanMuhammad Dedi, PLH Sekretaris Desa Puhrubuh
Kediri, LINGKARWILIS.COM – Program pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM) yang dilakukan Desa Puhrubuh Kecamatan Semen Kabupaten Kediri melalui pos pembinaan terpadu (Posbindu) pada 2024 ini akan ditingkatkan.
Program Posbindu PTM yang menggunakan anggaran dari Dana Desa tersebut merupakan wadah kegiatan secara terintegrasi berbasis masyarakat untuk mendeteksi dan menindaklanjuti faktor risiko PTM secara dini.
Muhammad Dedi,  PLH Sekretaris Desa Puhrubuh mengatakan, Posbindu PTM di Desa Puhrubuh merupakan salah satu program prioritas dari sejumlah program prioritas yang bersumber dari Dana Desa.
Harapannya, dengan program ini, penyakit tidak menular di Desa Puhrubuh dapat dikendalikan melalui pemantauan faktor risiko di Posbindu PTM.
“Wujud kepedulian desa terhadap kesehatan masyarakat salah satunya melalui kegiatan Posbindu akan ditingkatkan di 2024,” ujarnya, Rabu (03/01/2024).
Kata Muhammad Dedi, jika pada 2023 lalu, kegiatan Posbindu masih membebani masyarakat dengan mengganti biaya stik, maka pada pelaksanaan Posbindu 2024, stik akan digratiskan.
“Stik yang digunakan untuk cek kolesterol, gula darah, asam urat dan lain-lain pada 2024 ini gratis, masyarakat tidak perlu keluar uang,” tambahnya.
Masih kata Muhammad Dedi, untuk kuota sasaran kegiatan Posbindu pada 2024 akan diupayakan bertambah dibanding tahun 2023 lalu. Selain itu juga akan diatur jadwal kegiatan Posbindu secara bergilir sehingga sasaran bisa merata.
Bahkan, menurut Muhammad  Dedi, program kesehatan masyarakat juga akan diintensifkan melalui kegiatan Posyandu lansia dan balita dengan penambahan sarana alat peraga edukatif.
“Nilai tambahnya adalah ada edukasi saat pelaksanaan Posyandu yang dilakukan oleh para kader, sehingga warga juga dapat ilmu tentang bagaimana menjaga kesehatan dan mengatur pola hidup keseharian,” pungkasnya.***
Reporter : Agus Sulistyo Budi
Editor : Hadiyin

Leave a Reply