Kepala BNPB : Jawa Timur Harus Waspada Puncak Musim Hujan pada Februari

BNPB mengimbau Jawa Timur waspada puncak musim hujan pada awal tahun 2024Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto S.Sos., M.M
LINGKARWILIS.COM – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto S.Sos., M.M., mengimbau seluruh pemangku kebijakan di wilayah Jawa Timur untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap puncak musim hujan pada awal tahun 2024.
Hal ini merujuk pada prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan bahwa Jawa Timur menjadi salah satu daerah dengan puncak musim hujan pada bulan Februari.

Suharyanto menegaskan pentingnya mengambil serius prediksi tersebut, terutama setelah terjadi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor di beberapa wilayah pada bulan Januari 2024.

Baca juga : Badut-Badut Ganggu Ketertiban, Satpol PP Kabupaten Kediri Bertindak, 4 Badut Diamankan

“Prediksi dari BMKG menyatakan puncak musim hujan bulan Januari 2024 lalu salah satunya di Jawa Barat, kemudian terjadi bencana tanah longsor di Subang dan banjir di Dayeuhkolot,” ungkap Suharyanto dalam Rapat Koordinasi Antisipasi dan Siaga Bencana Hidrometeorologi Tahun 2024 di Provinsi Jawa Timur, Selasa (23/01/2024) seperti dilansir laman resmi BNPB.

Wilayah lain yang diprediksi akan mengalami puncak musim hujan di bulan Februari 2024 meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Selatan.

Suharyanto juga mencatat beberapa langkah mitigasi, seperti penanaman vegetasi, pemangkasan ranting pohon yang rentan patah, penguatan tanggul sungai dan lereng, serta pembersihan drainase.

Selain itu, perlu diperhatikan penataan pemukiman di sepanjang sungai, pengembangan jaringan komunikasi sebagai sistem peringatan dini, penetapan rambu rawan bencana, jalur evakuasi, dan pengerukan sedimen sungai.

Pada akhirnya, Suharyanto menyoroti pentingnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan yang terus ditingkatkan, bahkan setelah prediksi bulan Februari.

Dukungan BNPB termanifestasi dalam bantuan operasional dan peralatan logistik kepada provinsi dan kabupaten/kota yang telah menetapkan status siaga dan tanggap darurat bencana hidrometeorologi basah.***
Editor : Hadiyin

Leave a Reply