Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Jadi Tersangka Korupsi, Ini Penjelasan Dirkrimsus Polda Metro Jaya 

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Jadi Tersangka Korupsi, Ini Penjelasan Dirkrimsus Polda Metro JayaDirektur Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Ade Safri Simanjuntak sat pers release penetapan ketua KPK sebagai tersangka korupsi,
Jakarta. LINGKARWILIS.COM – Direktorat Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Metro Jaya akhirnya mengumumkan bahwa Firli Bahuri, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), resmi ditetapkan sebagai tersangka pada Rabu (22/11/2023) malam.
Firli Bahuri menjadi tersangka terkait dugaan tindak pidana korupsi, pemerasan, serta penerimaan gratifikasi, hadiah, atau janji dalam pengusutan kasus korupsi yang diduga melibatkan Menteri Pertanian Syahrul Yasi Limpo (SYL) di Kementerian Pertanian (Kementan) periode 2020-2023.
Penetapan tersangka oleh Direktorat Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Metro Jaya pada ketua KPK Firli Bahuri ini dilakukan setelah hampir dua bulan tim penyidik proses penyidikan.
Komisaris Besar Ade Safri Simanjuntak, Direktur Kriminal Khusus Polda Metro Jaya dalam agenda pers rilis pada sejumlah wartawan menjelaskan bahwa penetapan status tersangka terhadap Firli Bahuri dilakukan setelah tim penyidik melakukan serangkaian gelar perkara pada Rabu (22/11/2023) petang hari.

“Penyidik Polda Metro Jaya sudah melakukan pemeriksaan intensif terhadap 91 orang saksi selama sebulan terakhir dan mengambil keterangan dari empat orang ahli,” jelasnya.

Kombes Ade Safri Simanjuntak juga menyebutkan bahwa tim penyidik telah melakukan sejumlah penggeledahan dan penyitaan barang bukti, termasuk dokumen transaksi uang dalam mata uang dolar Amerika Serikat (AS) dan dolar Singapura senilai Rp 7 miliar.
“Dari hasil gelar perkara yang dilaksanakan, ditemukan bukti yang cukup untuk menetapkan Firli Bahuri sebagai tersangka,” tegasnya.
Sedangkan barang bukti yang disita tim penyidik diantaranya 21 unit HP dari para saksi, 17 akun email, 4 unit flashdisk,  2 unit mobil serta  dokumen dan barang bukti lainnya.
“Pemeriksaan digital forensik juga sudah dilakukan penyidik terhadap semua barang bukti elektronik yang disita termasuk memeriksa 7 orang saksi ahli,” tambahnya.***
Editor : Hadiyin

Leave a Reply