Belasan Pendekar Perguruan Silat di Jombang Pesta Miras, Ditangkap Polisi Karena Meresahkan Warga

Puluhan Pendekar Perguruan Silat di Jombang Mabuk Miras, Ditangkap Polisi Karena Meresahkan WargaPuluhan Pendekar saat diamankan di Mapolres Jombang (Agung)

Kediri, LINGKARWILIS.COM – Personil gabungan Polres Jombang menggerebek sekelompok pendekar salah satu perguruan silat yang terlibat pesta minuman keras di Desa Mojongapit, Kecamatan Jombang, Sabtu (2/6) dini hari. Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan 16 pendekar.

Menurut Kapolres Jombang AKBP Eko Bagus Riyadi melalui Kasi humas Iptu Kasnasin, razia ini dilakukan berdasarkan laporan masyarakat yang resah dengan aktivitas para pendekar tersebut.

“Penggerebekan ini berawal dari laporan masyarakat yang merasa resah dengan adanya kegiatan pemuda dari perguruan silat yang minum minuman keras di situ,” ungkap Iptu Kasnasin dalam rilis tertulis yang diterima wartawan, Senin (3/6/2024).

Baca juga : Ribuan KPM di Kelurahan Tosaren, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri Kembali Mendapat Bantuan Pangan Beras, ini infonya

Petugas segera menuju lokasi di sebuah gudang kargo di Desa Mojongapit dan mendapati puluhan pemuda tengah asyik pesta minuman keras.

“Ada 16 orang yang berhasil diamankan,” lanjutnya.

Para pemuda tersebut kemudian dibawa ke Mapolres Jombang untuk pembinaan lebih lanjut.

“Kasusnya kemudian diserahkan ke piket Satreskrim Polres Jombang untuk dilakukan interogasi,” tambahnya.

Baca JUga : Ratusan PKD di Kabupaten Kediri Sudah Dilantik, Ini Harapan Ketua Bawaslu

Setelah diinterogasi, diketahui bahwa para pemabuk ini merupakan pendekar sebuah perguruan silat.

Sebagai bagian dari tindakan pembinaan, para pemuda ini diberikan sanksi berupa hukuman fisik dan psikis. Orang tua dan perangkat desa masing-masing juga dipanggil untuk menjemput anak-anak mereka.
“Orang tua dan perangkat desa masing-masing juga dipanggil untuk menjemput anak-anaknya ini,” ujar Iptu Kasnasin.

Selain itu, polisi juga menyita sejumlah sepeda motor yang digunakan oleh para pemuda tersebut. Sepeda motor yang tidak sesuai dengan spesifikasi standar dikenakan penindakan tilang. “Motornya ditilang dan ditahan hingga sebulan ke depan,” pungkasnya.

Iptu Kasnasin mengimbau para orang tua untuk memastikan anak-anak mereka pulang sebelum pukul 22.00 WIB guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Ia juga menegaskan bahwa kepolisian akan terus menggelar razia minuman keras dengan tujuan membersihkan Kota Santri dari penyakit masyarakat yang menyuburkan maksiat.

“Minuman keras tidak hanya dilarang agama, namun ada Perda yang mengatur peredarannya. Selain itu, ada sanksi bagi para penjual atau pengedarnya,” tegasnya.***

Reporter: Taufiqur Rachman
Editor : Hadiyin

Leave a Reply