Daerah  

Sinyal Kuat, PDI Perjuangan dan PKB Bakal Koalisasi di Pilkada Kota Blitar

Koalisi PDI Perjuangan dan PKB di Pilkada Kota Blitar: Kurang Greget?
Yudi Meira, anggota DPRD Kota Blitar ketika mendaftar bacawali PDI P. (Aziz)

Blitar, LINGKARWILIS.COM – Dua partai besar, PDI Perjuangan dan PKB, dikabarkan akan berkoalisi  menghadapi kompetisi pemilihan kepala daerah (pilkada) di Kota Blitar tahun ini. PDI Perjuangan dan PKB adalah partai dengan jumlah kursi terbanyak di DPRD Kota Blitar.

PDI Perjuangan memiliki 8 kursi, sementara PKB memiliki 5 kursi, dari total 25 kursi yang ada. Dengan batas minimal usung calon sebanyak 5 kursi, kedua partai ini sebenarnya bisa mengusung calon sendiri tanpa perlu berkoalisi.

banner 400x130

Wakil Ketua DPC PKB Kota Blitar, Totok Sugiharto. Totok mengakui bahwa saat ini, komunikasi intensif sedang berlangsung di tingkat pusat antara kedua partai untuk kemungkinan berkoalisi dalam pilkada mendatang.

“Sudah ada sinyal bakal koalisi. Ini terus dimatangkan,” kata Totok Sugiharto, Minggu (23/6).

Baca juga : Hadir di Agenda Pelantikan Pengurus KONI Kota Kediri Masa Bakti 2023-2027, Ini Arahan Pj Wali Kota Kediri

Koalisi antara PDI Perjuangan dan PKB bukanlah hal baru dalam pilkada Kota Blitar. Dalam dua periode sebelumnya, kedua partai ini telah bekerja sama dengan mengusung jargon nasionalis religius. Pada periode 2010-2015, mereka mengusung pasangan Samanhudi-Purnawan Buchori.

Kerjasama ini berlanjut pada periode 2015-2020 dengan pasangan Samanhudi-Santoso. Namun, pada periode 2020-2025, PKB mengusung pasangan Henry Pradipta Anwar-Yasin Hermanto yang kalah bersaing dengan pasangan Santoso-Tjutjuk Sunario dari PDI Perjuangan.

Totok mengungkapkan bahwa meskipun sinyal koalisi sudah kuat, keputusan mengenai siapa calon yang akan diusung masih belum jelas. Komposisi calon walikota dan wakil walikota juga belum diputuskan.

Baca juga : Panti Asuhan Kodim 0809/Kediri Mendukung Pendidikan Anak Yatim Anggota TNI yang Gugur

“Kalau untuk pemegang dan calon yang diusung masih belum pasti. Karena masing-masing partai sebenarnya sudah punya kandidat,” ujar Totok, yang juga anggota DPRD Kota Blitar.

PDI Perjuangan telah mengantongi beberapa nama kuat yang bakal dipanggil DPP, termasuk Yudi Meira, Suharyono, Trijanto, dan Bambang Rianto. Terbaru, artis asli Blitar, Hengki Kurniawan, juga dikabarkan akan merapat. Di PKB, nama-nama seperti Yasin Hermanto, Arif Kurniawan, dan M Tobroni muncul sebagai kandidat potensial.

Dengan koalisi ini, kompetisi pilkada di Kota Blitar diprediksi akan kurang greget. Dukungan dari dua partai besar dapat meminimalkan persaingan dan mengurangi dinamika politik yang biasanya menyertai pemilihan kepala daerah. Namun, koalisi ini juga dapat membawa stabilitas dan kesatuan visi yang dapat bermanfaat bagi perkembangan kota.

Sementara itu, masyarakat Kota Blitar masih menunggu dengan antusias siapa yang akan diusung oleh koalisi PDI Perjuangan dan PKB untuk memimpin kota dalam periode mendatang. Keputusan ini akan sangat mempengaruhi arah dan kebijakan Kota Blitar di masa depan.***

Reporter :  Aziz Wahyudi
Editor :  Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *