Waduh ! Bapak dan Anak, Pengasuh Ponpes di Trenggalek Diduga Cabuli Belasan Santri di Bawah Umur

Astaga! Bapak dan Anak Pengasuh Ponpes di Trenggalek Dilaporkan Dugaan Pencabulan Belasan Santri, Polisi : Empat Korban Sudah MelaporKasat Reskrim Polres Trenggalek saat dikonfirmasi media (angga)
Trenggalek, LINGKARWILIS.COM – Seorang bapak sekaligus anaknya berinisial M (72) dan F (37) yang menjadi pengasuh pondok pesantren (Ponpes) di Trenggalek diperiksa polisi sebab diduga terlibat kasus dugaan pencabulan terhadap belasan santri di bawah umur.

Kasatreskrim Polres Trenggalek, AKP Zainul Abidin membenarkan kasus itu. Sudah ada empat laporan yang diduga merupakan korban pencabulan yang dilakukan bapak-anak pengasuh Ponpes tersebut.

“empat orang melapor resmi dan kini masih kami tindaklanjuti,” kata Zainul di Mapolres Trenggalek, Rabu (13/3).

 

Bapak-anak yang menjadi pengasuh Ponpes itu diduga tidak hanya melakukan dugaan pencabulan terhadap empat korban namun juga pada belasan santri lainnya.

Dugaan itu merujuk pengakuan terlapor yaitu M (72) pemilik pondok pesantren maupun F (37) anaknya yang menjadi pengasuh di pondok itu.

Saat diminta keterangan, bapak dan anak itu mengakui perbuatannya.

Baca juga  : Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Kurangi Jam Belajar Siswa di Sekolah, Ini Infonya

“Kami masih menunggu korban-korban yang lain, karena ada sekitar 12 yang teridentifikasi sebagai korban. Namun Baru empat yang kami terima laporannya. Seluruh korban masih di bawah umur,” imbuhnya.

Dugaan sementara, aksi dugaan pencabulan itu dilakukan kurun waktu tiga tahun atau kisaran tahun 2021 hingga 2024.

Dari beberapa santri yang diduga jadi korban itu ada yang masih menempuh pendidikan di pondok itu maupun beberapa diantaranya ditengarai sudah lulus.

Merujuk peristiwa itu, tidak menutup kemungkinan jumlah korban bertambah.

“Ada kemungkinan jumlah korban akan bertambah,” ujarnya.

Saat ini penyidik Satreskrim Polres Trenggalek terus melakukan penyidikan kasus itu.

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan lintas sektor, termasuk tokoh-tokoh agama maupun instansi terkait lainnya.

Zainul menyebut dalam waktu dekat kepolisian akan melakukan gelar perkara di Polda Jatim untuk menetapkan status tersangka.

“Kami sudah kerja sama dengan stakeholder yang ada di Kabupaten Trenggalek termasuk para tokoh-tokoh agama di Trenggalek dan semuanya mendukung terkait dengan penegakan hukum ini,” pungkasnya.***

Reporter : Angga Prasetya
Editor : Hadiyin

Leave a Reply