Warga Menduga Pengisian Perangkat Desa Semare Kecamatan Berbek Penuh Permainan, Ancam Gelar Demo

Sebagian warga Desa Semare Kecamatan Berbek Kabupaten Nganjuk mengancam akan melakukan demo jika sejumlah nama yang beredar benar-benar mengisi posisi perangkat desaIlustrasi pengisian perangkat desa

Lingkarwilis.com – Sebagian warga Desa Semare Kecamatan Berbek Kabupaten Nganjuk mengancam akan melakukan demo jika sejumlah nama yang beredar benar-benar mengisi posisi perangkat desa yang kosong.

Ini disampaikan LN, salah satu warga Desa Semare Kecamatan Berbek. Pada jurnalis lingkarwilis.com LN mengabarkan bahwa saat ini sudah beredar nama yang dikabarkan pasti menduduki kursi perangkat desa yang kosong.

Padahal proses seleksi pengisian calon perangkat desa dilakukan secara bertahap dan rencananya baru akan digelar antara 16, 17, 18 Oktober 2023.

Atlantis Land Surabaya, Destinasi Wisata yang Kaya Wahana, Ini Informasi Lengkapnya 

“Ada tiga perangkat desa yang akan diisi. Yakni dua kamituwo dan satu jogoboyo,” jelas LN yang minta identitasnya disembunyikan, Rabu (11/10/2023).

Saat ini, kata dia, nama-nama calon yang bakal jadi perangkat desa sudah tersiar di masyarakat Desa Semare.

“Dipastikan ada permainan jika nama-nama yang beredar benar-benar jadi perangkat,” kata dia lagi.

Warga Desa Semare tersebut menambahkan, dalam pengisian perangkat desa ini ada 15 calon yang mendaftar, termasuk anak kepala desa, anak perangkat desa, dan istri aparat.

“Waktu pengisian perangkat desa kemarin, anak kades sudah dijadikan carik. Jika pengisian ini kok anaknya jadi kamituwo, patut diduga telah dimainkan,” sebutnya.

Dia menyebut, dari 3 nama calon jadi yang beredar di masyarakat itu, semua ada historisnya, dan hubungan emosional dengan Joko Suprianto Kades Semare.

“Dari sini warga Desa Semare menduga jika pengisian perangkat desa ini dimainkan, sehingga muncul rumor tiga nama calon jadi tersebut,” urainya.

Suhadi Ketua Panitia Pengisian Perangkat Desa Semare saat dihubungi koranmemo.com mengatakan jika pihaknya telah melaksanakan tahapan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Kami dari panitia berusaha semaksimal mungkin untuk bersikap netral. Terkait rumor, saya kok baru dengar ini,” ucapnya via ponsel.

Suhadi menambahkan, selalu ketua panitia dirinya sudah mewanti-wanti kepada seluruh anggota panitia untuk bersikap netral.

“Saya sarankan untuk tidak bermain dalam pengisian perangkat desa ini. Panitia itu amanah, jangan dibuat main-main,” tegasnya.***

Reporter : Muji
Editor : Hadiyin

Leave a Reply