Ponorogo, LINGKARWILIS.COM β Pemandangan tak biasa terjadi di rumah Wahyu Eko Widodo (39), warga Desa Pomahan, Kecamatan Pulung, Ponorogo, pada Jumat (7/3/2025) pagi.
Ratusan orang dari berbagai daerah rela mengantre panjang demi mendapatkan kurma muda yang dibagikan secara gratis oleh Wahyu.
Buah khas Timur Tengah yang masih berwarna hijau kekuningan itu diyakini memiliki manfaat untuk meningkatkan kesuburan, terutama bagi pasangan yang tengah berusaha mendapatkan keturunan.
Baca juga :Β PWI Kediri Raya dan Polres Kediri Kota Bersinergi dalam Peringatan HPN 2025
Wahyu sendiri sudah bertahun-tahun rutin membagikan hasil panen dari pohon kurmanya yang tumbuh subur di halaman rumahnya.
Wahyu menuturkan bahwa pohon kurma tersebut telah ia tanam sejak 29 tahun lalu, kini tingginya mencapai 15 meter. Meski baru mulai berbuah 11 tahun terakhir, setiap musim panen pohon tersebut selalu menghasilkan buah dalam jumlah melimpah.
“Saya tanam sejak lama, dan sekitar 11 tahun terakhir selalu berbuah lebat. Makanya saya bagikan gratis untuk mereka yang membutuhkan,” ujarnya kepada wartawan.
Baca juga :Β Inter Kediri Sambut Dua Pemain Baru di Latihan Perdana Bulan Ramadhan
Pembagian kurma muda ini menarik perhatian warga dari dalam dan luar Ponorogo. Salah satunya Titin Eka Santi, warga Pulung, yang rela datang pagi-pagi untuk mengantre.
“Saya dapat kabar dari tetangga, langsung ke sini. Kurma ini buat saudara saya yang sudah lama menantikan momongan. Semoga membawa keberkahan,” kata Titin.
Tak hanya warga lokal, Wahyu Narendra, warga Kota Madiun, juga sengaja datang jauh-jauh setelah mengetahui pembagian ini dari media sosial.
“Walaupun jauh, saya tetap datang. Siapa tahu ini jadi perantara doa kami,” ujar pria asal Kelurahan Demangan itu.
Agar pembagian berjalan tertib, Wahyu membuka pendaftaran melalui pesan singkat. Setiap pendaftar hanya mendapatkan tujuh butir kurma muda. Dalam pembagian kali ini, setidaknya 300 orang mengantre untuk mendapatkan bagian mereka.
“Banyak yang menginginkan, jadi saya batasi agar semua kebagian, dan ini gratis,” pungkas Wahyu.***
Reporter : Sony Prasetyo
Editor : Hadiyin





