Peresmian Candi Puthuk Ayem di Blitar Dihadiri 1.000 Umat Buddha, Polisi Pastikan Acara Kondusif

Peresmian Candi Puthuk Ayem di Blitar Dihadiri 1.000 Umat Buddha, Polisi Pastikan Acara Kondusif
Suasana peresmian Candi Puthuk Ayem di Desa Boro, Kecamatan Selorejo. (Aziz)

BLITAR, LINGKARWILIS.COM – Peresmian Candi Puthuk Ayem di kawasan Vihara Buddha Sasana Jaya, Desa Boro, Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar, berlangsung khidmat pada Rabu (21/10/2026). Polres Blitar melalui jajaran Polsek Selorejo turut melakukan pengamanan untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan lancar.

Acara yang berlangsung mulai pukul 13.00 WIB hingga 15.20 WIB tersebut dihadiri sekitar 1.000 umat Buddha dari Kabupaten Blitar maupun luar daerah. Sejumlah pejabat dan tokoh agama juga hadir dalam peresmian bangunan yang menjadi sarana spiritual umat Buddha tersebut.

Di antara tamu undangan yang hadir yakni Sekretaris Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, Dr. Triroso, S.Ag., S.Pd., M.M., M.Pd., Bupati Blitar Rijanto, Kapolres Blitar AKBP Ardhy Zul Hasbih Nasution, S.I.K., M.M.I., serta Dandim 0808 Blitar Letkol Inf. Virlani Arudyawan. Hadir pula para tokoh Sangha Theravada Indonesia.

Baca juga : Respons Aduan 110, Polres Blitar Kota Cek Dugaan Arena Sabung Ayam di Srengat

Rangkaian acara diawali dengan kirab relik dan prosesi penghormatan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peringatan 50 tahun Sangha Theravada Indonesia, menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan, penyerahan cinderamata, foto bersama, hingga prosesi peresmian Candi Puthuk Ayem.

Pembangunan Candi Puthuk Ayem ditujukan sebagai sarana spiritual bagi umat Buddha, khususnya untuk pelaksanaan puja dan penghormatan kepada para guru besar serta tokoh Buddhis. Kehadiran candi ini juga menjadi bagian dari peringatan setengah abad Sangha Theravada Indonesia.

Pembangunan candi tersebut diawali dengan peletakan batu pertama pada 22 Juni 2024. Selain menjadi tempat kegiatan keagamaan, Candi Puthuk Ayem diharapkan berkembang sebagai destinasi wisata religi yang ikut melestarikan nilai-nilai luhur Dhamma, memperkaya khazanah budaya, dan mendukung sektor pariwisata Kabupaten Blitar.

Nama Puthuk Ayem sendiri memiliki makna filosofis berupa bukit yang menghadirkan ketenteraman, kedamaian, dan ketenangan batin. Makna tersebut diharapkan menjadi pengingat bagi umat untuk memperkuat keyakinan, menumbuhkan cinta kasih, serta mengamalkan kebajikan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga : Ditinggal Jemput Anak Sekolah, Kandang Sapi Warga Mojo Kediri Terbakar akibat Bakar Sampah

Dalam kegiatan tersebut, Polres Blitar melalui Polsek Selorejo melaksanakan pengamanan guna menjaga ketertiban selama prosesi berlangsung. Kehadiran personel kepolisian merupakan bagian dari pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam kegiatan keagamaan yang melibatkan banyak peserta.

Kapolres Blitar menegaskan bahwa pengamanan dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) agar tetap kondusif.

“Kehadiran Polri dalam kegiatan keagamaan ini merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat sekaligus upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) agar tetap kondusif,” kata Kapolres.***

Reporter : Aziz Wahyudi

Editor : Hadiyin

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *