Kediri, LINGKARWILIS.COM – Rangkaian ajang pemilihan Duta GenRe Kabupaten Kediri 2024 mencapai puncaknya pada Rabu (20/11/2024) dengan digelarnya Grand Final di Gedung Bagawanta Bhari.
Acara ini diikuti dengan antusias oleh ratusan peserta dari berbagai sekolah dan perwakilan wilayah di Kabupaten Kediri.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Kediri, dr Nurwulan Andadari, mengatakan bahwa program ini mengacu pada prinsip Triad KRR (Kesehatan Reproduksi Remaja). Para finalis diharapkan tidak hanya memahami konsep tersebut tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Tahun ini ada sedikit perubahan dalam seleksi. Peserta tidak hanya berasal dari sekolah, tetapi juga dari perwakilan desa. Kami juga melibatkan lebih banyak remaja yang tergabung dalam pusat informasi konseling kesehatan reproduksi remaja,” ungkap dr Nurwulan.
Baca juga : Penetapan UMK Kota Blitar Molor Akibat Permenaker Belum Turun
Dari 100 peserta yang mengikuti proses seleksi, hanya 20 finalis yang berhasil melangkah ke babak puncak. Selain wawasan, mereka diuji dalam kemampuan berbicara di depan umum, kedisiplinan, dan tanggung jawab.
“Finalis Duta GenRe ini adalah generasi muda yang tidak hanya memiliki pengetahuan tetapi juga mampu menjadi teladan di masyarakat,” tambah dr Nurwulan.
“Duta GenRe tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga bertujuan membentuk agen perubahan yang mampu memberikan edukasi dan menjadi teladan di lingkungan masing-masing, khususnya dalam menghadapi tantangan era digital dan isu-isu sosial seperti pernikahan dini, narkoba, terorisme, dan korupsi,” Sambungnya.
Baca : BPBD Ponorogo Catat 60 Kasus Tanah Longsor dalam Dua Bulan, Ini Lokasi Paling Parah
Pemilihan Duta GenRe menjadi momentum untuk menginspirasi generasi muda agar aktif berkontribusi dalam masyarakat. Dengan keterampilan dan wawasan yang diperoleh, para finalis diharapkan menjadi role model yang mampu mengarahkan rekan sebaya menuju kehidupan yang lebih positif.***
Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: Hadiyin





