PONOROGO, LINGKARWILIS.COM – Bukannya mengisi bulan Ramadan dengan ibadah, belasan remaja di Kabupaten Ponorogo justru terjaring razia polisi karena diduga hendak melakukan aksi perang sarung pada Rabu (5/3/2025) dini hari.
Mereka diamankan dari dua lokasi berbeda, yakni kawasan Alun-Alun Ponorogo dan sekitar Stadion Batoro Katong.
Kapolsek Ponorogo Kota, AKP Catur Juli Hernawan, menyebut bahwa razia dilakukan setelah menerima laporan dari masyarakat yang resah dengan aksi tersebut.
“Banyak laporan masyarakat yang merasa terganggu. Setelah kami lakukan operasi, ada sekitar 11 remaja yang berhasil diamankan,” ungkapnya.
Baca juga : Dalam Dua Bulan, Ribuan Warga Blitar Periksa Kesehatan Mental di Poli Jiwa, Mayoritas Pria
Selain menangkap para remaja, petugas juga menyita barang bukti berupa sarung yang telah dimodifikasi dengan ujungnya diikat untuk digunakan sebagai senjata. Beberapa remaja bahkan menyimpan sarung modifikasi ini di dalam jok sepeda motor mereka.
Sebagai langkah pembinaan, polisi memanggil orang tua para remaja untuk memberikan edukasi agar kejadian serupa tidak terulang. Selain itu, mereka juga dikenakan wajib lapor dua kali dalam seminggu.
“Kami panggil orang tuanya agar ada pembinaan bersama. Harapannya, mereka jera dan tidak mengulangi perbuatannya. Kami juga mengimbau masyarakat agar selalu mengawasi anak-anaknya, terutama selama bulan Ramadan,” tegas AKP Catur.
Baca juga : Persik Kediri Siap Maksimalkan Peluang Saat Bertandang ke Markas Maung Bandung
Polisi berharap peran aktif orang tua dan masyarakat dapat membantu menciptakan kondusifitas selama Ramadan, sekaligus mencegah remaja terjerumus dalam aksi yang berpotensi menimbulkan konflik dan gangguan keamanan.***
Reporter: Sony Dwi
Prastyo Editor :





