LINGKARWILIS.COM – Para warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Jombang menunjukkan bahwa masa hukuman tidak menjadi penghalang untuk tetap produktif. Mereka berhasil mengolah limbah kayu menjadi berbagai kerajinan tangan yang memiliki nilai jual.
Hasil karya yang dihasilkan pun beragam, mulai dari miniatur kapal laut, sepeda motor, furnitur mini, hingga jam dinding. Semua dibuat secara detail dan teliti oleh tangan-tangan terampil para penghuni lapas. Uniknya, seluruh bahan baku berasal dari limbah kayu yang sebelumnya dianggap tak bernilai.
“Bahan baku disediakan oleh Lapas Jombang, dan semuanya berasal dari kayu limbah,” ujar Wahyu, salah satu warga binaan yang telah dua tahun mendalami keterampilan ini.
Ia menyebutkan, saat ini tengah mengerjakan beberapa kerajinan seperti miniatur kapal dan furnitur berukuran kecil. Proses pengerjaan dilakukan bersama warga binaan lainnya, mulai dari tahap pemotongan, penghalusan, hingga pengecatan.
PUPR Targetkan Sekolah Rakyat di Jombang Rampung Tahun 2025
“Mulai dari pemotongan, penghalusan, hingga pengecatan,” tandasnya.
Kepala Lapas Jombang, M. Ulin Nuha, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan keterampilan dan kemandirian yang diterapkan di dalam lapas.
“Dengan keterampilan yang mereka peroleh, kami berharap mereka dapat lebih mudah berintegrasi kembali ke masyarakat setelah menjalani masa hukuman,” ujarnya.
Produk-produk buatan warga binaan tersebut tidak hanya dipamerkan, tetapi juga dipasarkan melalui media sosial, marketplace, hingga galeri kerajinan milik Lapas. Keuntungan dari hasil penjualan dibagikan kepada warga binaan dalam bentuk premi upah.
PUPR Targetkan Sekolah Rakyat di Jombang Rampung Tahun 2025
“Sebagian juga kami gunakan untuk mendukung program pembinaan lainnya,” tambahnya.
Ulin menegaskan pentingnya memberikan kesempatan kedua bagi para warga binaan untuk memperbaiki diri dan kembali menjadi bagian dari masyarakat.
“Dengan dukungan yang baik, mereka dapat bertransformasi menjadi individu yang lebih baik. Ini menunjukkan bahwa selalu ada kesempatan untuk memperbaiki diri,” tutupnya. (ag)
Editor: Shadinta Aulia Sanjaya





