LINGKARWILIS.COM – Pihak RSUD Karsa Husada Batu memberikan klarifikasi terkait unggahan di media sosial Facebook dari akun bernama @Bastian Nova Pratama yang menyertakan tagar open donasi untuk pasien bernama Yeni Meri Lestari, warga Sentong Wonorejo Lawang yang kini tinggal kontrak di daerah Pujon.
Dalam unggahan tersebut disebutkan pasien “masih tertahan” di RSUD Karsa Husada Batu karena adanya tunggakan BPJS.
Sementara Manajemen RSUD Karsa Husada menegaskan dalam pernyataan resminya bahwa pasien telah menerima layanan persalinan secara maksimal sesuai standar prosedur medis dan administratif.
Dari unggahan viral itu, RSUD Karsa Husada menolak keras tuduhan menahan pasien yang sudah selesai menjalani perawatan, terutama terkait masalah biaya.
Ajak Peduli Sesama, Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang Kampus Kediri Gelar Donor Darah
“Kami memahami kondisi pasien dan menghormati hak setiap warga untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Namun, informasi yang beredar tidak sepenuhnya sesuai fakta. Pasien memang menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan, dan terdapat beberapa proses administratif yang sedang kami bantu komunikasikan dengan pihak terkait,” kata Direktur RSUD Karsa Husada Batu, Dr Mohamad Rizal, Rabu (28/5).
Rumah sakit juga menyayangkan munculnya narasi yang dapat menimbulkan keresahan di masyarakat. Pihak RS mengimbau agar masyarakat mencari klarifikasi langsung jika mendapatkan informasi yang belum jelas.
“Kami tetap berkomitmen membantu pasien dan keluarganya mencari solusi terbaik, termasuk membantu fasilitasi dengan BPJS maupun instansi sosial lainnya,” tambahnya.
RSUD Karsa Husada Batu menegaskan bahwa informasi yang beredar tersebut tidak benar dan menyesatkan publik.
Mayat Perempuan Tanpa Identitas Tersangkut Batu di Sungai Pare, Warga Geger
“Kami pastikan informasi yang beredar di media sosial itu tidak benar. Pasien atas nama Yeni Meri Lestari sudah dipulangkan dalam kondisi baik. Tidak ada yang kami tahan karena alasan biaya. RSUD Karsa Husada selalu mengedepankan pelayanan kemanusiaan,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa seluruh proses administrasi dan tindakan medis terhadap pasien telah dilakukan sesuai prosedur yang berlaku. Terkait kepesertaan BPJS, rumah sakit telah membantu mengoordinasikan kebutuhan administratif dengan keluarga pasien dan BPJS Kesehatan.
“Kami memiliki komitmen bahwa tidak ada pasien yang akan ditelantarkan atau ditahan hanya karena kendala administrasi. Bahkan bila diperlukan, kami siap berkoordinasi dengan dinas sosial setempat untuk memberikan bantuan,” jelasnya lebih lanjut.
RSUD Karsa Husada Batu juga mengimbau masyarakat agar tidak langsung mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan tidak menyebarkan narasi yang dapat menimbulkan kesalahpahaman publik.
“Kami terbuka untuk konfirmasi langsung melalui saluran resmi rumah sakit. Jangan sampai niat baik seperti penggalangan dana justru didasarkan pada informasi yang tidak sesuai kenyataan,” tambahnya.
Dengan klarifikasi ini, RSUD Karsa Husada berharap masyarakat dapat menerima informasi secara lengkap dan tidak terpengaruh oleh berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Pelayanan kesehatan di rumah sakit ini akan terus mengedepankan nilai kemanusiaan, profesionalitas, dan transparansi.
Sebagaimana diketahui, unggahan di Facebook tersebut berisi:
#OpenDonasiUrgent
Mohon bantuannya para orang-orang baik untuk membantu kepulangan Ibu Yeni Meri Lestari pasca melahirkan dengan cara operasi di RS Karsa Husada – Batu.
Warga asal Sentong Wonorejo Lawang saat ini mengontrak di daerah Pujon untuk mencari nafkah. Saat ini masih tertahan di rumah sakit karena BPJS-nya menunggak sebesar Rp3.500.000.
Jika besok hari Rabu 28 Mei 2025 tunggakan tidak bisa dilunasi, maka biaya persalinan akan dikenakan secara umum. Untuk saat ini biaya umum sudah mencapai total Rp11.000.000.
Reporter : Arief Juli Prabowo
Editor: Shadinta Aulia Sanjaya





