Nganjuk, LINGKARWILIS.COM – Seorang pria berinisial As (71), warga Desa Panularan, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, ditangkap Satreskrim Polres Nganjuk setelah menusuk temannya sesama pengemis hingga tewas di bawah Jembatan Ringinanom, Kelurahan Ringinanom, Kecamatan Nganjuk.
Peristiwa tragis ini menewaskan Sucipto (55), pengemis asal Desa Rejomulyo, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, yang ditemukan tak bernyawa dengan 18 luka tusukan di tubuhnya. Keduanya diketahui tinggal dan mengemis di sekitar Terminal Bus Anjuk Ladang.
“Korban dan pelaku tinggal di bawah jembatan, keduanya sudah saling kenal lama,” jelas Kapolres Nganjuk, AKBP Henri Noveri Santoso dalam konferensi pers, Kamis (12/6/2025).
Baca juga : Ijazah Ditahan Sekolah, LSM Ratu Gelar Aksi di Depan Pemkab Kediri
Setelah kejadian, pelaku melarikan diri ke wilayah Kabupaten Ngawi. Ia akhirnya ditangkap oleh tim Satreskrim Polres Nganjuk di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Margomulyo, Kecamatan Ngawi, tujuh hari pasca penemuan jasad korban.
Kapolres menjelaskan, motif penusukan itu dipicu rasa sakit hati pelaku terhadap korban yang kerap memaksa dan mengancamnya untuk membeli makanan serta minuman keras. Insiden berdarah itu terjadi saat keduanya tengah mabuk.
“Tersangka mengaku sakit hati karena sering diancam korban jika tak membelikan miras. Dalam kondisi mabuk, tersangka menusuk korban dengan pisau,” ujarnya.
Baca juga : Sebanyak 5.446 UMKM Kediri Dapat Suntikan Modal, Bupakti Kediri Mas Dhito Konsisten Dukung Ekonomi Rakyat
Setelah memastikan korban tewas, pelaku kabur meninggalkan lokasi. Dalam penangkapan, pelaku menyatakan penyesalannya. “Saya sebatang kara dan menyesal membunuh teman saya. Kami sudah lama bersama dan tinggal di bawah jembatan itu,” ucap As kepada polisi.
Dalam pengakuannya, pelaku juga menyebut penghasilannya sebagai pengemis berkisar Rp100 ribu hingga Rp120 ribu per hari, bahkan bisa menabung Rp500 ribu dalam seminggu.
Kasus ini mencuat setelah warga menemukan jasad Sucipto pada Rabu, 4 Juni 2025 pukul 15.30 WIB, dengan luka tusukan di sekujur tubuhnya. Polisi kini menjerat pelaku dengan pasal pembunuhan dan terus mendalami latar belakang hubungan antara keduanya.***
Editor : Muji/Hadi





