LINGKARWILIS.COM – KMP Tunu Pratama Jaya dilaporkan tenggelam di perairan Selat Bali pada Rabu (2/7) malam sekitar pukul 23.20 WIB.
Hanya berselang 25 menit setelah bertolak dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali.
Kapal yang diketahui mengangkut 53 penumpang, 12 kru, dan 22 unit kendaraan, termasuk 14 truk tronton dikabarkan tenggelam di perairan Selat Bali.
Peristiwa tenggelamnya kapal di Selat Bali pertama kali terpantau oleh petugas Jaga Syahbandar yang kemudian segera melaporkannya kepada Basarnas dan instansi terkait lainnya.
Kasi Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli KSOP Tanjung Wangi, Ni Putu Cahyani mengonfirmasi adanya antrean panjang kendaraan di Pelabuhan Ketapang akibat insiden ini.
Hingga Kamis (3/7) saat ini tim SAR gabungan masih melakukan upaya pencarian terhadap korban yang belum ditemukan.
Berdasarkan laporan ANTARA, dari penelusuran yang dilakukan sejak pagi ditemukan 27 korban diantaranya 4 orang meninggal dunia sementara 38 orang lainnya masih dalam pencarian.
Menurut Kepala Kantor SAR Surabaya Nanang Sigit selaku SAR Mission Coordinator, data manifest kapal berjumlah 53 penumpang dan 12 kru kapal, juga memuat 22 kendaraan diantaranya 14 truk tronton.
Tak Sekadar Viral! Aksi Nenek Irianingsih Hormat ke Baliho Dibalas Silaturahmi Kapolres Batu
Empat penumpang pertama yang ditemukan selamat berhasil menyelamatkan diri dengan menggunakan sekoci kapal dan dievakuasi ke Perairan Cekik, Bali sekitar pukul 05.15 WITA. Mereka kini berada di Kantor BPTD Gilimanuk untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Basarnas mengerahkan personel dari Pos SAR Banyuwangi dengan bantuan Rigid Inflatable Boat dan dibantu tim dari Pos SAR Jembrana serta KN SAR Permadi dari Kantor SAR Surabaya.
Selain itu, sejumlah unsur lainnya juga turut dilibatkan dalam operasi pencarian, termasuk Syahbandar Banyuwangi, Polairud, TNI AL, BPBD, BMKG, BKK, KP3, dan Tagana Banyuwangi.
Operasi SAR masih terus berlangsung dan tim gabungan berfokus pada pencarian korban di titik-titik sekitar lokasi kapal tenggelam di Selat Bali.
Editor: Shadinta Aulia Sanjaya
