LINGKARWILIS.COM – Dunia maya Tiongkok tengah diguncang skandal Uncle Red yang melakukan penipuan asmara berskala besar setelah terungkap bahwa seorang pria berusia 38 tahun itu telah menyamar sebagai perempuan dan menipu 1.691 pria muda dalam tiga tahun terakhir.
Aksi Uncle Red dilakukan dengan cara manipulatif dan berujung pada penyebaran konten pertemuan dengan korban di platform berbayar.
Pria yang diketahui bernama Jiao membuat julukan “Sister Red” di media sosial, seorang perempuan janda yang lemah lembut sedang mencari cinta.
Ia membangun identitas fiktif dengan bantuan makeup tebal, wig, implan silikon, dan aplikasi pengubah suara untuk tampil layaknya ibu rumah tangga ideal.
Viral! Speaker GBK Keluarkan Suara Desahan, Manajemen Angkat Bicara dan Sampaikan Minta Maaf
Dibalik Konten Uncle Red
Kontennya, yang memperlihatkan aktivitas seperti memasak dan berkebun, viral di media sosial Tiongkok dan berhasil menarik perhatian ribuan pria.
Setelah menjalin kedekatan secara daring, Jiao mengundang para pria ke apartemennya, meminta mereka membawa hadiah sederhana seperti minyak goreng, buah-buahan, atau tisu.
Hal yang mengejutkan, beberapa korban tetap melanjutkan hubungan bahkan setelah mengetahui identitas asli Jiao dan sebagian justru mengenalkan temannya untuk ikut serta.
Namun di balik penyamaran itu, Jiao ternyata merekam aktivitas intim mereka tanpa seizin korban dan mengunggah video berdurasi 2 hingga 10 menit ke situs dewasa berbayar.
Viral! Gara-Gara Sound Horeg, Karnaval di Mulyorejo Malang Berubah Jadi Ricuh
Polisi menemukan ratusan konten yang memperlihatkan wajah dan aktivitas seksual para korban dengan jelas.
“Dia menciptakan sistem penjadwalan untuk mencegah para korban saling bertemu,” ungkap laporan media lokal, menggambarkan betapa sistematis aksi Jiao dalam menutupi penipuan ini.
Media sosial Tiongkok dibanjiri reaksi: dari meme, video parodi, hingga cosplay meniru gaya “Red Sister” lengkap dengan blus bermotif dan wig poni tumpul.
Bahkan aktor TVB Hong Kong, Bob Lam Shing-bun, ikut mengunggah foto perbandingan dirinya dengan Jiao, menyindir bahwa ia adalah ‘Red Sister’ sejak dulu.
Motivasi Jiao masih belum jelas sepenuhnya. Ia mengklaim melakukan lebih dari 1.000 pertemuan seksual, namun otoritas masih menyelidiki keakuratan klaim tersebut. Korbannya datang dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa, pengunjung gym, hingga turis asing.
Di tengah gemparnya kasus ini, beberapa korban berusaha menghapus jejak digital, sementara seorang pria justru secara terbuka mengaku sebagai bagian dari kasus tersebut dan membagikan pengalamannya melalui siaran langsung di Weibo.
Kasus ini memicu diskusi luas soal keamanan digital, eksploitasi seksual, dan batasan antara identitas daring dan kenyataan.
Sementara aparat terus melakukan penyelidikan, publik Tiongkok masih dikejutkan oleh skala dan kerumitan penipuan asmara yang tak biasa ini.
Editor: Shadinta Aulia Sanjaya

