BLITAR, LINGKARWILIS.COM – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Blitar kembali membuka program Metode Operasi Pria (MOP) atau vasektomi tahun ini. Menariknya, setiap peserta yang mengikuti program akan menerima kompensasi sebesar Rp 1,6 juta.
Kepala DP3AP2KB Kota Blitar, Parminto, menyampaikan bahwa MOP merupakan agenda rutin yang bertujuan mendukung pengendalian jumlah penduduk. Pendaftaran sudah dibuka, dan jadwal pelaksanaan akan diumumkan menyusul.
“Peserta MOP akan menerima uang kompensasi Rp 1,6 juta. Ini sebagai bentuk dukungan, karena usai operasi disarankan tidak melakukan aktivitas berat selama beberapa hari,” ujarnya, Minggu (27/7/2025).
Baca juga : Antusias Pelajar Kabupaten Kediri Sambut Kehadiran Mobil Pusling Disarpus
Kompensasi tahun ini mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp 1,2 juta. Kenaikan ini mempertimbangkan kebutuhan dan biaya hidup yang terus meningkat.
Parminto menjelaskan, MOP adalah salah satu metode kontrasepsi permanen untuk pria, yang dilakukan dengan memotong saluran sperma agar tidak bisa membuahi sel telur. Meski demikian, MOP tidak memengaruhi kenikmatan saat berhubungan seksual dengan pasangan.
“Tingkat keberhasilannya tinggi, hingga 99,9 persen. Banyak peserta sebelumnya yang memberikan testimoni positif,” tambahnya.
Baca juga : Kulineran di HUT ke-1146 Kota Kediri, 46 Stan Ramaikan Area Balai Kota dengan Sistem Pembayaran Non Tunai
Tahun ini, DP3AP2KB menargetkan minimal 20 peserta. Hingga saat ini, tercatat lebih dari 100 pria di Kota Blitar telah menjalani MOP sejak program ini dijalankan.
Bagi warga yang berminat, dapat mendaftar melalui penyuluh KB di kelurahan masing-masing atau langsung ke Kantor DP3AP2KB di Jalan Dr. Sutomo, Kota Blitar.***
Reporter: Aziz Wahyudi
Editor: Hadiyin





