Kediri, LINGKARWILIS.COM – Meski belum secara resmi diluncurkan secara nasional, varietas tebu Panjalu I yang ditemukan oleh petani di Kabupaten Kediri telah menjadi acuan bagi petani tebu di berbagai daerah. Varietas ini diyakini mampu menggantikan jenis tebu yang selama ini dibudidayakan di wilayah Kediri.
Panjalu I merupakan hasil dari proses penelitian mendalam dan dikenal memiliki keunggulan dalam hal ketahanan terhadap serangan hama dan virus, menjadikannya berbeda dari varietas lain yang telah ada. Produktivitasnya pun tergolong tinggi, dengan potensi panen mencapai 120 ton per hektare.
Beberapa daerah yang menjadi lokasi uji coba varietas ini meliputi Kabupaten Kediri, Ngawi, Sragen, hingga Cirebon.
Baca juga : Pemangkas Rambut Binaan Dinsos Kabupaten Kediri Rutin Layani Potong Rambut Siswa SRMA
Dalam ajang Gelar Teknologi Inovasi (Gertek) Pertanian 2025, Prof. Mohamad Sulistiono, pakar tanaman perkebunan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), menyampaikan bahwa Panjalu I adalah varietas yang cocok untuk lahan kering dan mampu tumbuh di area marginal.
“Awalnya varietas ini merupakan jenis lokal, namun kini telah menjadi varietas nasional. Yang menarik, varietas Panjalu I mampu menghasilkan anakan antara sembilan hingga dua belas batang. Sudah ada surat keputusan dari Kementerian Pertanian RI yang menyatakan varietas ini layak untuk dikembangkan secara luas,” ujar Sulistiono.
Ia juga mendorong para petani tebu untuk terus berinovasi dalam menerapkan pola tanam yang lebih modern. Menurutnya, benih Panjalu I berpotensi disebarluaskan ke berbagai wilayah Indonesia, dan bisa menjadi salah satu faktor pendukung peningkatan produksi gula nasional.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





