LINGKARWILIS.COM – Pemerintah Kota Batu menegaskan kesiapan penuh untuk mendukung pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Waste to Energy di wilayah Malang Raya.
Program ini diharapkan menjadi solusi pengelolaan sampah berkelanjutan sekaligus mengurangi timbunan sampah yang kian meningkat.
Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Batu, Nurochman, dalam Rapat Koordinasi Pembahasan PSEL Malang Raya yang dipimpin langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI, Hanif Faisol Nurofiq, di Hotel Grand Mercure, Kota Malang, Selasa (19/8).
Rapat ini juga dihadiri Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Bupati Malang HM Sanusi, serta Kepala DLH Provinsi Jawa Timur, Nurkholis.
Dugaan Kasus Perampokan Sadis di Malang, Lansia 60 Tahun Tewas Bersimbah Darah
Dalam arahannya, Menteri Hanif menekankan pentingnya percepatan pembangunan PSEL sesuai amanat Perpres No. 35 Tahun 2016.
Ia menargetkan penyelesaian seluruh proses perizinan dapat rampung pada Desember 2025. Hanif juga menjelaskan bahwa Malang Raya menjadi salah satu lokasi prioritas untuk penerapan waste to energy dengan dukungan pendanaan dari APBN dan APBD.
Menteri Hanif menegaskan bahwa pengolahan sampah harus mengikuti konsep βsegitiga terbalik,β yang meliputi pencegahan di hulu, pemilahan organik dan anorganik, hingga pemanfaatan nilai ekonomi berbasis lingkungan.
Dengan skema tersebut, diharapkan volume sampah tak terkelola di Malang Raya yang saat ini mencapai 1.389 ton per hari dari total 1.829 ton per hari dapat ditekan secara signifikan.
Malam Resepsi Kenegaraan HUT RI ke-80 di Jombang, Veteran Dapat Penghormatan Khusus
Wali Kota Batu, Nurochman, menyampaikan bahwa Kota Batu menghasilkan sekitar 122,138 ton sampah per hari, dengan 106 ton berhasil terkelola dan 16 ton belum tertangani.
Ia menegaskan kesiapannya untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk jika lokasi PSEL nantinya ditetapkan di Kota Malang.
Selain itu, Pemkot Batu disebut telah menerapkan sistem pemilahan sampah dan mampu mengolah 37 ton per hari secara mandiri.
Upaya tersebut mendapat apresiasi langsung dari Menteri LHK yang sebelumnya telah meninjau pengelolaan sampah di wilayah Batu.
Dalam keterangannya usai kegiatan, Menteri Hanif menjelaskan bahwa pemerintah akan menggandeng Universitas Brawijaya untuk melakukan studi serta memberikan rekomendasi terkait lokasi dan penyediaan lahan pembangunan PSEL aglomerasi Malang Raya.
Ia berharap Malang Raya bisa menjadi daerah aglomerasi pertama yang sukses menjalankan program pengolahan sampah berbasis energi ini.
Rakor tersebut juga dihadiri Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga Pusat dan Daerah Kementerian LHK RI, Hanifah Dwi Nirwana, jajaran Direktorat Jenderal Kementerian LHK, akademisi Universitas Brawijaya, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup se-Malang Raya.





