KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Dalam sebulan terakhir, keberadaan truk pengangkut tebu gandengan di wilayah Kabupaten Kediri menjadi sorotan. Truk yang masuk kategori over dimension over load (ODOL) ini dikeluhkan warga dan pengguna jalan karena kerap membawa muatan berlebih serta tanpa penutup terpal di bagian bak.
Kondisi tersebut memicu risiko tumpahan tebu di jalan yang bisa membahayakan pengendara di belakangnya. Selain itu, muatan yang terlalu tinggi berpotensi tersangkut ranting pohon hingga memutus dahan.
Yang lebih berisiko, jika mengenai jaringan kabel telepon, internet, atau bahkan kabel listrik yang dapat mengancam keselamatan jiwa pengguna jalan.
Baca juga : Kota Kediri Teguhkan Komitmen Kesetaraan Gender dalam Pembangunan, Ini Arahan Wali Kota Kediri
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kediri, Nizam Subekti, menegaskan perlunya langkah tegas melalui penilangan serta koordinasi bersama kepolisian. Menurutnya, penindakan diperlukan untuk memberikan efek jera sekaligus menekan potensi kecelakaan lalu lintas.
“Harus ada tindakan tegas demi keselamatan bersama. Kadang pengemudi bukan sopir aslinya, melainkan kernet. Ini yang perlu diberikan pemahaman agar mematuhi aturan kapasitas muatan sesuai Undang-Undang Lalu Lintas,” jelas Nizam.
Ia menambahkan, razia kendaraan ODOL tidak hanya menyasar truk gandengan, tetapi juga seluruh kendaraan bak terbuka yang mengangkut muatan melebihi batas ketentuan.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





