Dari Lembah Wamena, Papua, ke Panggung UI,  Janji Seorang Cucu yang Menjadi Terang dari Timur

Dari Lembah Wamena ke Panggung UI,  Janji Seorang Cucu yang Menjadi Terang dari Timur
Tangkapan layar Youtube @ruanglintasaksara (Zami)

LINGKARWILIS.COM – Di antara deretan gedung pencakar langit Jakarta, seorang pemuda berdiri tegak mengenakan toga wisuda. Di tangannya, selembar ijazah Universitas Indonesia (UI) menjadi simbol kemenangan,  bukan kemenangan yang datang dengan mudah, melainkan hasil dari perjalanan panjang penuh luka, janji, dan air mata. Dialah Yohanis Mabel, anak dari Wamena, Papua, yang membuktikan bahwa harapan bisa tumbuh bahkan dari tanah yang penuh duka.

Ketika berusia sepuluh tahun, dunia Yohanis berubah selamanya. Kedua orang tuanya hilang di tengah konflik bersenjata di kampung halamannya. Sejak itu, hanya Oma, sang nenek, yang menjadi cahaya hidupnya.

Pesan Oma sederhana, namun melekat kuat di hati kecilnya:

“Anak, kau harus sekolah tinggi. Jangan cuma tinggal di gunung. Kau harus jadi terang dari timur.”

Ucapan itu menjadi kompas hidup Yohanis. Saat Oma berpulang, ia sempat terpuruk, tetapi janji kepada sang nenek membuatnya bangkit. Dengan dukungan gereja dan para guru, ia memberanikan diri merantau ke Jakarta demi mewujudkan pesan terakhir itu.

Jakarta menyambutnya dengan gegap gempita dan kesepian sekaligus. Kota yang tak pernah tidur itu membuatnya merasa kecil seorang pemuda berkulit gelap dengan logat khas Timur di tengah lautan wajah asing. Namun,Yohanis memilih untuk bertahan.

Ia kuliah di siang hari dan bekerja paruh waktu di toko fotokopi pada malam hari. Uang pas-pasan membuatnya kerap menahan lapar, bahkan membagi sebungkus mi instan untuk dua hari.

“Sa (saya) cuma mau tepati janji sama Oma,” katanya suatu ketika kepada temannya.

Tekad baja itulah yang menuntunnya melewati setiap tantangan di ibu kota.

Saat tiba waktu menulis skripsi, Yohanis memilih tema yang paling ia pahami: trauma anak-anak Papua yang tumbuh di tengah konflik. Ia menulis bukan sekadar dari buku, tapi dari ingatan  tentang ketakutan, kehilangan, dan suara tembakan di masa kecil.

Dosen pembimbingnya terdiam usai membaca draft pertama.

“Yohanis, ini bukan sekadar skripsi, ini luka bangsa yang kau tulis.” ujarnya.

Sejak saat itu, Yohanis sadar bahwa kisahnya bisa menjadi jembatan bagi banyak suara yang tak pernah terdengar.

Hari wisuda tiba. Aula UI bergemuruh oleh tepuk tangan. Di tengah lautan toga hitam dan wajah-wajah bahagia, Yohanis berdiri menatap langit-langit ruangan dengan mata berkaca-kaca.

Ia tidak menangis karena bangga, melainkan karena rindu. Di tengah sorak-sorai, ia berbisik dalam hati:

“Oma, cucumu sudah jadi terang dari timur. Sa tidak lupa ko pu pesan.”

Kisah Yohanis Mabel bukan sekadar perjalanan akademik, melainkan bukti bahwa dari Timur pun cahaya bisa menembus langit Jakarta. Ia membuktikan bahwa mimpi tak mengenal batas geografi, dan harapan sekecil apa pun akan selalu menemukan jalannya.***

Penulis : Islahul Jam Jami

Editor : Hadiyin

Sumber :  youtobe @ruanglintasaksara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ayahqqklik66klik66klik66ayahqqlonteqqklik66ayahqqhalubet76klik66klik66klik66klik66https://lingkarwilis.com/mail/https://dellacortevanvitelli.edu.it/argomento/https://dellacortevanvitelli.edu.it/argomento/albo-sindacale/https://www.medicallifesciences.org.uk/ckfiles/bandarqq/index.htmlhttps://kampungdigital.id/wp-includes/js/pkv-games/https://kampungdigital.id/wp-includes/js/bandarqq/https://kampungdigital.id/wp-includes/js/dominoqq/https://youthspaceinnovation.com/about/dominoqq/https://youthspaceinnovation.com/wp-includes/bandarqq/https://dutapendidikan.id/.private/pkv/https://dutapendidikan.id/.private/bandarqq/https://dutapendidikan.id/.private/dominoqq/https://ramanhospital.in/js/pkv-games/https://ramanhospital.in/js/bandarqq/https://ramanhospital.in/js/dominoqq/https://sunatrokifun.com/wp-includes/pkv-games/https://sunatrokifun.com/wp-includes/bandarqq/https://sunatrokifun.com/wp-includes/dominoqq/https://inl.co.id/themes/pkvgames/https://inl.co.id/themes/bandarqq/https://inl.co.id/themes/dominoqq/https://vyrclothing.com/https://umbi.edu/visit/https://newtonindonesia.co.id/pkv-games/https://newtonindonesia.co.id/bandarqq/https://newtonindonesia.co.id/dominoqq/https://dkpbuteng.com/dock/pkv-games/https://dkpbuteng.com/dock/bandarqq/https://dkpbuteng.com/dock/dominoqq/https://tamanzakat.org/wp-includes/pkv/https://tamanzakat.org/wp-includes/bandarqq/https://tamanzakat.org/wp-includes/dominoqq/https://rsiaadina.com/rs/pkv-games/https://rsiaadina.com/rs/bandarqq/https://rsiaadina.com/rs/dominoqq/https://cheersport.at/doc/pkv-games/SLOT4DSLOT4D