Kediri, LINGKARWILIS.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri terus memperkuat langkah pencegahan hipertensi dan penyakit kardiovaskular. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Senam Jantung Sehat yang dilaksanakan bersama Yayasan Jantung Indonesia (YJI) di kawasan Taman Hutan Joyoboyo.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri, dr. Fahmi Adi Priyantoro melalui perwakilan UPT Puskesmas Balowerti, Hesti, menjelaskan bahwa hipertensi masih menjadi faktor risiko utama gangguan jantung dan pembuluh darah. Tekanan darah yang tinggi membuat jantung bekerja melebihi kapasitas dan dapat merusak pembuluh darah.
“Jika tidak dikendalikan, hipertensi bisa menjadi pintu masuk penyakit jantung koroner, gagal jantung, serangan jantung, bahkan komplikasi lain seperti stroke dan gagal ginjal,” terangnya.
Karena itu, masyarakat diimbau menjaga gaya hidup sehat, rajin berolahraga, dan rutin mengontrol tekanan darah. Bagi masyarakat yang sudah terdiagnosis hipertensi, kepatuhan mengonsumsi obat juga sangat penting. Pemeriksaan kesehatan melalui CKG bulanan menjadi salah satu sarana mendeteksi risiko sejak awal.
Baca juga : Dispertabun Kabupaten Kediri Siapkan Perluasan Lahan Padi Organik untuk Penuhi Lonjakan Permintaan
“Kegiatan ini memberikan edukasi sekaligus mengajak masyarakat lebih peduli terhadap penyakit tidak menular. Setelah pemeriksaan, peserta juga diajak mengikuti senam jantung bersama YJI,” tutur Hesti, Minggu (30/11).
Data Dinkes Kota Kediri mencatat, sepanjang tahun 2023 jumlah penderita hipertensi mencapai 38.204 orang, terdiri dari 14.420 laki-laki dan 23.784 perempuan. Angka tersebut menunjukkan bahwa hipertensi masih menjadi masalah kesehatan yang harus ditangani secara berkelanjutan.
Menanggapi kondisi itu, Dinkes terus memperluas program skrining, penyuluhan, serta pemberdayaan masyarakat agar semakin disiplin menerapkan pola hidup sehat.
Dari YJI Kota Kediri, Ketua H. Muhajir Irsyad melalui Sekretaris NL Made Arie K memastikan bahwa senam jantung sehat merupakan salah satu program utama yang diupayakan secara konsisten.
Baca juga : GPM Digelar di Enam Titik Selama Desember, DKPP Kediri Jaga Stabilitas Harga Jelang Nataru
“Penyakit jantung tidak mengenal usia. Mulai dari remaja hingga orang tua bisa terkena hipertensi. Karena itu, kami mengadakan senam jantung rutin tiga kali seminggu, setiap Selasa, Kamis, dan Minggu,” jelasnya.
Dalam setiap sesi, jumlah peserta mencapai sekitar 150 orang, termasuk dalam kegiatan yang digelar di Taman Hutan Joyoboyo kali ini.
Made juga mengungkapkan bahwa manfaat olahraga rutin sangat dirasakan para peserta, terutama lansia.
“Bahkan ada peserta yang sudah berusia 90 tahun, namun tetap bugar karena rajin mengikuti senam jantung. Ini bukti bahwa olahraga teratur sangat berpengaruh terhadap kesehatan di usia lanjut,” ujarnya.***
Reporter: Agus Ely Burhan
Editor : Hadiyin






