Lamongan, LINGKARWILIS.COM – Menjelang musim haji 2026, calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Lamongan mulai mempersiapkan berbagai kebutuhan, termasuk kesiapan finansial. Salah satu yang mengalami lonjakan permintaan adalah layanan penukaran mata uang Riyal Arab Saudi (SAR).
Dalam beberapa hari terakhir, aktivitas penukaran uang dilaporkan meningkat signifikan. Para calon jemaah cenderung menukarkan rupiah di dalam negeri guna menghemat waktu dan mempermudah aktivitas setibanya di Tanah Suci.
Salah satu penyedia jasa penukaran uang di Lamongan, Amalia, mengungkapkan bahwa permintaan penukaran riyal mengalami kenaikan tajam.
“Dengan membawa riyal sejak dari tanah air, jemaah bisa lebih fokus beribadah tanpa harus mencari tempat penukaran saat sudah di Arab Saudi,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).
Baca juga : Jelang Paskah, Polres Kediri Kota Lakukan Sterilisasi Ketat di Sejumlah Gereja
Ia menjelaskan, mayoritas jemaah lebih memilih pecahan kecil, seperti 5 dan 10 riyal. Nominal tersebut dinilai lebih praktis untuk transaksi harian, mulai dari membeli makanan, membayar transportasi, hingga keperluan sedekah.
Menurut Amalia, penggunaan uang pecahan kecil juga sangat membantu, terutama bagi jemaah lanjut usia, karena memudahkan pembayaran tanpa harus menunggu kembalian.
“Pecahan kecil seperti 5 dan 10 riyal paling banyak dicari karena memudahkan transaksi, apalagi bagi jemaah lansia,” jelasnya.
Selain itu, pecahan besar seperti 50 dan 100 riyal tetap diminati untuk kebutuhan dengan nominal lebih besar. Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu CJH asal Kecamatan Paciran, Lamongan, Ahmad Naji.
Ia mengaku telah menukarkan sekitar 2.000 riyal atau lebih dari Rp9 juta, dengan kombinasi pecahan besar untuk memenuhi kebutuhan selama menjalankan ibadah haji.
Baca juga : FKP Adminduk Kediri Jadi Ajang Evaluasi Layanan, Dispendukcapil Tegaskan Gratis, Mudah, dan Sesuai Aturan
“Untuk kebutuhan utama seperti pembayaran dam, belanja, dan operasional selama di sana,” ujarnya.
Ahmad menambahkan, jumlah uang yang ditukarkan sangat bergantung pada kebutuhan masing-masing jemaah. Ia bahkan melakukan penukaran tambahan di Surabaya guna memastikan kecukupan dana selama berada di Tanah Suci.***
Reporter : Suprapto
Editor : Hadiyin
