Kediri, LINGKARWILIS.COM – Mengantisipasi musim kemarau 2026 yang diprediksi lebih panjang disertai suhu panas ekstrem berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri mulai melakukan pemetaan wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala BPBD Kabupaten Kediri, Stefanus Joko Sukrisno, mengatakan potensi bencana pada musim kemarau harus diwaspadai sejak dini. Kondisi cuaca kering dan angin kencang, khususnya di kawasan pegunungan, berisiko memicu kebakaran yang cepat meluas.
“Wilayah rawan karhutla sudah kami petakan dan terus dipantau secara intensif. Pergerakan api bisa sangat cepat, terutama dengan dukungan angin di kawasan perbukitan,” ujarnya.
Baca juga : PPDI Kabupaten Kediri Respons Tegas Aturan Baru Desa, Siapkan Usulan Revisi Perbup
Ia menjelaskan, wilayah rawan karhutla di bagian barat meliputi kawasan kaki Gunung Wilis, tepatnya di Kecamatan Mojo, Semen, Banyakan, Grogol, dan Tarokan. Sementara itu, di wilayah timur, potensi serupa terdapat di kawasan kaki Gunung Kelud dan Gunung Anjasmoro, meliputi Kecamatan Kepung, Puncu, Ngancar, Kandangan, dan Plosoklaten.
Menurut Joko, kondisi vegetasi kering serta gesekan antar pohon tua dapat memicu percikan api yang berujung pada kebakaran besar jika tidak segera ditangani.
BPBD pun mengimbau masyarakat, khususnya petani, pendaki, dan pemburu, untuk lebih berhati-hati. Puntung rokok yang dibuang sembarangan maupun sisa api dari aktivitas pengasapan hewan buruan dapat menjadi pemicu utama kebakaran.
“Kami minta masyarakat tidak mengabaikan hal-hal kecil seperti membuang puntung rokok atau meninggalkan api. Pastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi,” tegasnya.
Baca juga : Pembukaan Dandim Cup 2026 KU-12 di Kediri Meriah, 24 Tim Siap Bertanding
Langkah pemetaan dan sosialisasi ini diharapkan mampu menekan potensi karhutla, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan selama musim kemarau.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





