Permintaan Meningkat Saat Idul Adha, Harga Cabai Rawit di Kediri Tembus Rp70 Ribu per Kilogram

Permintaan Meningkat Saat Idul Adha, Harga Cabai Rawit di Kediri Tembus Rp70 Ribu per Kilogram
Supiyah petani cabai di Ringinrejo petik cabai (bakti)

Kediri, LINGKARWILIS.COM – Permintaan cabai rawit dan cabai merah keriting di Kabupaten Kediri mengalami peningkatan menjelang hingga setelah Hari Raya Idul Adha. Kondisi tersebut berdampak pada kenaikan harga cabai di tingkat petani.

Harga cabai rawit yang sebelumnya berada di kisaran Rp45 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp70 ribu per kilogram. Sementara harga cabai merah keriting turut mengalami kenaikan dari Rp27 ribu menjadi Rp42 ribu per kilogram.

bayar PBB Kota Kediri bayar PBB Kota Kediri

Salah satu petani cabai di Kecamatan Ringinrejo, Supiyah, mengakui tingginya permintaan cabai terjadi sejak menjelang Idul Adha hingga beberapa hari setelah perayaan berlangsung. Ia menyebut harga cabai rawit maupun cabai keriting bertahan tinggi selama sekitar sepekan terakhir.

“Permintaan cabai memang meningkat. Harga cabai rawit sekarang sekitar Rp70 ribu per kilogram dan cabai keriting Rp42 ribu per kilogram. Harga itu sudah bertahan sekitar delapan hari,” ujarnya.

Baca juga : DPC Partai Gerindra Kabupaten Kediri Salurkan 200 Paket Daging Kurban untuk Warga Kurang Mampu

Supiyah memilih menjual hasil panennya langsung ke pasar agar mendapatkan nilai jual yang lebih baik. Dari lahan seluas sekitar 200 ru, ia mengaku mampu memanen cabai dua kali dalam sepekan dengan hasil mencapai lebih dari 85 kilogram setiap kali panen.

“Saya biasanya panen dua kali seminggu. Sekali petik bisa lebih dari 85 kilogram. Alhamdulillah harga sedang bagus dan permintaan pasar juga tinggi,” katanya.

Meski harga cabai sedang menguntungkan petani, Supiyah tetap mewaspadai serangan virus kuning yang rawan menyerang tanaman cabai saat cuaca panas. Menurutnya, penyakit tersebut dapat muncul kapan saja dan penyebarannya cukup cepat.

Baca juga : Dishub Kota Kediri Sembelih Delapan Kambing Kurban dalam Kegiatan Jumat Legi

Untuk mengantisipasi serangan hama dan penyakit, ia bersama suaminya rutin memantau kondisi tanaman sejak masa tanam, pertumbuhan, hingga menjelang panen.***

Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *