Menko Pangan Salurkan Bantuan Beras di Gogorante Ngasem, Zulhas Ingatkan Agar Tak Dijual

Menko Pangan Salurkan Bantuan Beras di Gogorante Ngasem, Zulhas Ingatkan Agar Tak Dijual
Menko Pangan Salurkan Bantuan Beras di Gogorante Ngasem, Zulhas Ingatkan Agar Tak Dijual (Bakti)

Kediri, LINGKARWILIS.COM – Pemerintah terus menyalurkan bantuan pangan untuk membantu masyarakat kurang mampu menghadapi tekanan ekonomi, termasuk di tengah musim kemarau yang berdampak terhadap produksi pangan.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyalurkan bantuan pangan berupa beras kepada warga Desa Gogorante, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Kamis (10/9/2026).

Bantuan untuk periode Juli, Agustus, dan September 2026 disalurkan sekaligus pada September dengan total 30 kilogram beras. Setiap bulan, penerima memperoleh alokasi 10 kilogram.

Program bantuan tersebut juga akan berlanjut untuk periode Oktober, November, dan Desember 2026. Penerima kembali mendapatkan total 30 kilogram atau masing-masing 10 kilogram setiap bulan.

Secara nasional, bantuan pangan tahun ini menyasar sekitar 33,2 juta penerima. Penyaluran tetap dilakukan meski memasuki musim kemarau yang berpotensi menurunkan produksi sejumlah komoditas pangan.

Baca juga : Pemkab Kediri Lanjutkan Pembangunan Jalan Akses Menuju Kawah Gunung Kelud

Untuk 2026, pemerintah menyiapkan bantuan pangan berupa satu juta ton beras serta satu juta ton beras SPHP.

Selain masyarakat penerima bantuan, Zulhas juga menyampaikan perhatian pemerintah kepada pengemudi ojek online (ojol) yang mengalami penurunan daya beli. Mereka dapat membeli beras SPHP Bulog dengan harga Rp12.500 per kilogram, lebih rendah dibanding harga Bulog Rp14.500 per kilogram.

Beras SPHP maupun beras bantuan sosial tersebut disebut memiliki kualitas premium.

“Untuk peternak petelur penggemuk ayam pemerintah membantu 150.000 ton jagung dari Bulog. Ini untuk membantu yang UMKM. Karena saat ini musim kemarau dan produktivitas jagung turun. Bantuan lain berupa 380.000 ton beras untuk industri tepung pembuatan kue hingga harga kue bisa naik,” kata Zulhas.

Ia menegaskan, berbagai bantuan tersebut merupakan bentuk respons cepat pemerintah dalam membantu masyarakat. Zulhas juga mengingatkan penerima agar bantuan pangan yang diberikan tidak diperjualbelikan.

Baca juga : Keluhan Perubahan Desil Jadi Perhatian Mas Dhito, Pemkab Kediri Perkuat Sosialisasi Perbaikan Data

Selain itu, pemerintah menyiapkan mekanisme penyaluran bantuan sosial melalui rekening perbankan bagi masyarakat yang telah berusia 17 tahun. Rekening BRI nantinya dapat digunakan untuk menerima berbagai bantuan sosial, termasuk beasiswa dan Program Indonesia Pintar (PIP).

Sementara itu, Kepala Desa Gogorante, Rifai, menyampaikan apresiasinya terhadap bantuan yang diberikan pemerintah. Di desanya terdapat sekitar 400 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang menerima bantuan beras sebanyak 30 kilogram untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026.***

Reporter : Bakti Wijayanto

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *