Kediri, LINGKARWILIS.COM – Warga Desa Mondo Mojo, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, bersama para santri Pondok Pesantren (Ponpes) Junudul Musthofa dikejutkan dengan kebakaran yang melanda salah satu bangunan pesantren, Rabu (30/9/2026) malam.
Kebakaran tersebut diduga dipicu korsleting listrik. Meski api sempat membesar dan membakar bangunan, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.
Kepala Satpol PP Kabupaten Kediri, Khaleb Untung Satrio Wicaksono, menjelaskan kebakaran terjadi ketika para santri dan pengasuh pondok sedang melaksanakan salat Magrib berjamaah.
Di tengah kegiatan tersebut, warga dan penghuni ponpes tiba-tiba melihat api muncul dari salah satu bangunan. Api kemudian dengan cepat membesar dan membakar bagian bangunan.
“Pengasuh Ponpes segera menghubungi Damkar Pos Ngadiluwih untuk pemadaman. Satu mobil damkar berkapasitas 5.000 liter dengan lima personel mendatangi lokasi dan memadamkan api yang membakar bangunan tersebut. Dalam waktu satu setengah jam api bisa dipadamkan,” kata Khaleb.
Baca juga : Kampung Inggris Mengajar 2026 Resmi Dibuka, Polres Kediri Dorong Ruang Belajar Aman bagi Generasi Muda
Menurutnya, kobaran api semakin besar lantaran bangunan yang terbakar menyimpan cukup banyak material berbahan kayu. Kondisi tersebut membuat petugas harus melakukan pemadaman hingga proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu api.
Petugas Damkar Pos Ngadiluwih mengerahkan satu armada berkapasitas 5.000 liter dengan lima personel untuk menangani kebakaran tersebut. Setelah sekitar satu setengah jam, api berhasil dipadamkan.
Khaleb memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sementara kerugian material akibat kebakaran diperkirakan mencapai sekitar Rp30 juta.
Berdasarkan pemeriksaan awal, kebakaran diduga terjadi akibat korsleting listrik di dalam bangunan. Namun, penyebab pasti kebakaran masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut.***
Reporter: Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





