Kediri, LINGKARWILIS.COM – Edukasi tentang pencegahan kebakaran perlu dikenalkan sejak usia dini. Hal itu dilakukan sebanyak 57 siswa dan siswi TK ABA Aisyiyah 3 Pare bersama wali murid dan 10 guru dengan mengunjungi Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Pare, Sabtu (3/10/2026) siang.
Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi para siswa untuk mengenal lebih dekat tugas petugas pemadam kebakaran sekaligus mempelajari berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kebakaran.
Kepala Satpol PP Kabupaten Kediri Khaleb Untung Satrio Wicaksono mengatakan, dalam beberapa pekan terakhir sejumlah pos pemadam kebakaran di Kabupaten Kediri cukup sering menerima kunjungan dari kalangan pelajar, mulai TK, SD, SMP hingga SMA.
Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi sarana edukasi agar anak-anak memahami cara kerja petugas Damkar ketika menangani kebakaran serta mengetahui tindakan yang tepat ketika menjumpai peristiwa kebakaran.
Baca juga : SDHI Resmi Kelola Bandara Dhoho Kediri Secara Mandiri Mulai 5 Oktober 2026, Ini Infonya
“Edukasi sejak dini untuk diketahui dan bisa cepat bertindak melapor ke petugas Damkar jika mengetahui kebakaran. Mereka juga harus tahu tugas pokok dan fungsi petugas Damkar,” katanya.
Dalam kegiatan di Pos Damkar Pare, para siswa juga mendapat pembelajaran secara langsung melalui praktik. Salah satunya simulasi penanganan kebakaran akibat kebocoran LPG.
Petugas juga memperagakan cara pemadaman secara tradisional menggunakan karung goni. Selain itu, siswa diperkenalkan dengan pakaian tahan api yang digunakan petugas Damkar ketika menjalankan tugas di lokasi kebakaran.
“Dari hal inilah, mereka bisa mengetahui pola dan cara bertindak saat tahu ada kebakaran dan melaporkan ke petugas Damkar terdekat,” katanya.
Baca juga : Mas Dhito Komitmen Atasi Masalah Banjir, Jembatan Cerme Kediri Dibangun dengan Desain Baru
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan anak-anak tidak hanya mengenal profesi pemadam kebakaran, tetapi juga memahami pentingnya kewaspadaan serta tindakan cepat dan tepat ketika terjadi kebakaran di lingkungan sekitar.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin