Lamongan, LINGKARWILIS.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan terus mempercepat pembangunan dan peningkatan kualitas infrastruktur jalan melalui program Jalan Mantap dan Alus Lamongan (Jamula). Hingga Oktober 2026, sebanyak 45 ruas jalan dengan total panjang 33.049 meter telah selesai dikerjakan dari target 57 ruas sepanjang 41.515 meter.
Capaian tersebut disebut telah mencapai sekitar 70 persen dari target pembangunan jalan yang direncanakan pada 2026.
Percepatan pembangunan ini dilakukan untuk memperluas pemerataan infrastruktur, meningkatkan keamanan dan kenyamanan mobilitas masyarakat, serta memperlancar distribusi hasil pertanian dan aktivitas perekonomian daerah.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menegaskan pentingnya sinergi antara program pembangunan daerah dan dukungan pemerintah pusat agar pembangunan infrastruktur sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Program-program ini harus saling mendukung dan tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat. Pembangunan melalui Inpres Jalan Daerah (IJD) dan PISEW akan kita sinergikan dengan Jamula agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,” ujar bupati yang akrab disapa Pak Yes tersebut.
Baca juga : Ribuan Siswa di Sukodadi Lamongan Terpaksa Bawa Bekal Sendiri, Distribusi MBG Terhenti
Pernyataan itu disampaikan saat meninjau sekaligus meresmikan pembangunan jalan poros desa di Kecamatan Kedungpring, Rabu (14/10/2026). Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah anggota legislatif dari tingkat pusat hingga daerah, di antaranya Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Golkar Ali Mufthi, Ahmad Labib dari Komisi VI DPR RI, Eko Wahyudi dari Komisi IV DPR RI, Wakil Ketua I DPRD Lamongan Kacung Purwanto, serta anggota Komisi C DPRD Lamongan Ujik Silviana Efendi.
Di Kecamatan Kedungpring, rombongan meninjau pembangunan jalan yang didanai melalui program Pembangunan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW). Pekerjaan meliputi ruas jalan sepanjang 360 meter di Desa Sidomlangean dan 180 meter di Desa Nglebur.
Pembangunan juga dilakukan pada ruas Kedungbanjar–Kedungdadi, masing-masing sepanjang 271 meter di Desa Kedungbanjar dan 150 meter di Desa Kedungdadi.
Program PISEW diarahkan untuk memperkuat infrastruktur dasar perdesaan, terutama dalam menghubungkan pusat-pusat kegiatan ekonomi lokal. Dengan akses jalan yang lebih baik, aktivitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian diharapkan semakin lancar.
Anggota Komisi V DPR RI Ali Mufthi mengatakan, ketersediaan infrastruktur jalan yang memadai di wilayah perdesaan memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Program PISEW diharapkan dapat mendorong pergerakan aktivitas ekonomi dan pertanian di wilayah pedesaan. Dengan infrastruktur yang semakin baik, mobilitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian menjadi lebih lancar sehingga turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lamongan,” ungkap Ali Mufthi.
Sebagai salah satu daerah penyangga produksi pangan nasional, khususnya padi, Lamongan membutuhkan jaringan jalan yang memadai untuk mendukung kelancaran pengangkutan hasil panen sekaligus menekan biaya distribusi.
Selain melalui Jamula dan PISEW, peningkatan infrastruktur jalan juga didukung program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD). Salah satu proyek yang disiapkan melalui program tersebut adalah penanganan ruas jalan Made–Plembon sepanjang 1.900 meter yang saat ini memasuki tahap lelang.
Baca juga : Ribuan Siswa di Sukodadi Lamongan Terpaksa Bawa Bekal Sendiri, Distribusi MBG Terhenti
Pemkab Lamongan juga menyiapkan program Lamongan Menyala untuk melengkapi pembangunan infrastruktur jalan. Program ini berfokus pada pemasangan ribuan titik lampu penerangan jalan umum (LPJU) guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan, khususnya pada malam hari.
Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Lamongan, Kacung Purwanto, mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam merealisasikan pembangunan jalan poros desa di Kecamatan Kedungpring.
Menurutnya, pembangunan jalan poros Sidomlangean–Nglebur bukan sekadar menghubungkan wilayah antardesa, tetapi juga mendukung kegiatan ekonomi masyarakat setempat.
“Pembangunan jalan poros ini memiliki peran yang sangat strategis. Bukan sekadar menghubungkan fisik antardesa, tetapi menjadi urat nadi yang mempermudah transportasi warga, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta mendorong laju pertumbuhan ekonomi antarwilayah,” jelas Kacung Purwanto.
Melalui sinergi program daerah dan pusat, Pemkab Lamongan berharap peningkatan kualitas jalan dapat terus berlanjut sehingga konektivitas antarwilayah semakin baik dan manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat secara merata.***
Reporter: Suprapto
Editor : Hadiyin





