Lamongan, LINGKARWILIS.COM – Sebanyak 2.791 penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan, tidak lagi menerima pasokan makanan sejak akhir September 2026. Terhentinya distribusi dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Surabayan ini dikeluhkan siswa dan pihak sekolah.
Berdasarkan data yang dihimpun, SPPG Surabayan sebelumnya melayani 2.807 penerima manfaat. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.791 porsi makanan didistribusikan ke 37 lembaga pendidikan di wilayah Kecamatan Sukodadi.
Namun, hingga Selasa (13/10/2026), penyaluran MBG belum kembali berjalan. Pihak sekolah mengaku belum memperoleh kepastian mengenai penyebab penghentian distribusi maupun waktu dimulainya kembali program tersebut.
Kondisi ini dirasakan langsung oleh para siswa yang mengikuti kegiatan belajar mengajar hingga siang hari. Tanpa pasokan MBG, mereka harus membawa bekal sendiri dari rumah untuk memenuhi kebutuhan makan selama berada di sekolah.
Baca juga : Trans Jatim Gratis Sambut HUT ke-81 Jatim, Penumpang di Lamongan Membludak
Salah satu siswa SMK NU 1 Sukodadi, Abdul Qodir Jaelani, mengaku tidak mengetahui secara pasti alasan penghentian distribusi MBG yang biasa diterima para siswa.
“Saya kurang tahu ya, alasan apa kok hingga sekarang kami tidak dikirimi MBG lagi. Sejak tanggal 28 September hingga sekarang tidak dikirimi. Yang jelas, kami minta secepatnya bisa mendapatkan MBG lagi,” ujarnya, Selasa (13/10/2026).
Ia mengatakan, rasa lapar menjadi salah satu kendala yang dirasakan siswa ketika kegiatan belajar berlangsung hingga siang. Karena itu, ia berharap penyaluran program MBG segera kembali normal.
Abdul Qodir juga menyoroti perbedaan kondisi antarsekolah di wilayah Sukodadi. Menurutnya, sejumlah sekolah lain masih menerima pasokan MBG, sedangkan sekolahnya tidak lagi mendapatkan jatah makanan.
Ia berharap pemerintah, khususnya Badan Gizi Nasional (BGN), segera turun tangan untuk mencari solusi atas terhentinya distribusi tersebut.
“Harapannya ya pemerintah, khususnya Badan Gizi Nasional (BGN), dapat segera turun tangan memberikan perhatian dan solusi nyata,” pintanya.
Koordinator SMK NU 1 Sukodadi, Faizan Nurcahyo, membenarkan bahwa sebanyak 297 siswa di sekolahnya tidak lagi menerima pasokan MBG sejak akhir September. Ia menyebut, hingga kini belum ada distribusi dari SPPG mana pun ke sekolah tersebut.
Baca juga : Disdagrin Kabupaten Kediri Pastikan Pasar Ngadiluwih Beroperasi Awal Desember 2026
Faizan menjelaskan, berdasarkan informasi sementara yang diterima pihak sekolah dari pengelola SPPG, penghentian distribusi berkaitan dengan perbaikan infrastruktur dan persoalan internal dengan pihak penyewa lahan.
“Sejak tanggal 18 September sudah berhenti. Informasi dari pihak pengelola (SPPG), katanya ada perbaikan infrastruktur dan sedikit masalah dengan pihak penyewa lahan. Tetapi kalau saya sering melihat di daerah timur itu, tidak pernah melihat ada tukang atau aktivitas perbaikan,” ungkap Faizan.
Ketidakjelasan informasi tersebut membuat pihak sekolah kesulitan memberikan penjelasan kepada para siswa yang terus menanyakan kelanjutan program MBG.
Pihak sekolah berharap BGN bersama pengelola SPPG Surabayan segera menuntaskan persoalan yang terjadi agar distribusi makanan dapat kembali berjalan. Dengan demikian, kebutuhan gizi para siswa penerima manfaat di Kecamatan Sukodadi bisa kembali terpenuhi.***
Reporter: Suprapto
Editor : Hadiyin






Response (1)