Blitar, LINGKARWILIS.COM – Minat masyarakat dari kalangan kurang mampu untuk mendaftarkan anaknya ke Sekolah Rakyat (SR) Kota Blitar cukup tinggi. Hingga Rabu (26/8/2026), jumlah siswa yang terdaftar telah mencapai 205 orang.
Kepala Dinas Sosial Kota Blitar Eka Atikah mengatakan, para siswa tersebut tidak hanya berasal dari Kota Blitar, tetapi juga sejumlah daerah di sekitarnya, termasuk Kabupaten Blitar.
Jumlah peserta didik diperkirakan masih akan bertambah karena proses pendaftaran tetap dibuka selama kuota yang tersedia belum terpenuhi.
“Jumlahnya masih bisa bertambah. Selama kuota masih tersedia masih bisa mendaftar,” kata Eka Atikah, Rabu (26/8/2026).
Menurut Eka, proses pendaftaran tidak dikenakan biaya. Selain dari wilayah Kabupaten Blitar, peserta didik SR Kota Blitar juga berasal dari daerah lain, seperti Kota Batu dan Kota Malang.
Baca juga : Bantuan Pangan Nasional Disalurkan, Ribuan Keluarga di Blitar Terima 30 Kilogram Beras
Dari Kota Batu tercatat sebanyak 29 siswa, sedangkan dari Kota Malang terdapat 41 siswa. Untuk calon siswa dari Kota Blitar, pendaftaran dilakukan melalui aplikasi. Sementara calon peserta dari Kota Batu dan Malang dapat mendaftar melalui pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Dinas Sosial setempat.
“Karena memang peruntukan siswa di SR itu adalah kalangan tak mampu. Pendaftaran bisa di aplikasi, bisa juga melalui PKH atau Dinas Sosial,” jelasnya.
Eka menjelaskan, sesuai perencanaan, Sekolah Rakyat di Kota Blitar memang memungkinkan menerima peserta didik dari luar daerah. Namun, siswa yang berasal dari daerah lain nantinya akan dikembalikan ke wilayah asal apabila sekolah atau bangunan SR di daerah masing-masing telah selesai dibangun.
Sementara itu, kegiatan belajar mengajar di SR Kota Blitar saat ini sudah berjalan. Para siswa juga telah mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Baca juga : Enam Jabatan Kepala OPD di Kota Blitar Terisi, Tiga Posisi Masih Kosong
Sekolah Rakyat Kota Blitar dirancang memiliki kapasitas lebih dari 1.000 siswa. Pendidikan yang diberikan mencakup jenjang SD, SMP hingga SMA dengan sistem pembelajaran berbasis asrama.***
Reporter : Aziz Wahyudi
Editor : Hadiyin





