KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Kota Kediri yang berlokasi di Jalan Semeru Gang II Nomor 44, Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto dipastikan siap memulai kegiatan belajar.
Kepala Dinas Sosial Kota Kediri, Imam Muttaqin, mengungkapkan hingga saat ini sebanyak 192 siswa asal Kota Kediri telah diterima sebagai peserta didik. Selain itu, terdapat sekitar 30 siswa jenjang SMP dari Sekolah Rakyat Kabupaten Mojokerto yang untuk sementara mengikuti pembelajaran di SRT 2 Kota Kediri, sehingga jumlah siswa yang telah terdaftar mencapai 222 orang.
“proses penerimaan peserta didik masih terus dibuka hingga berakhirnya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Pemerintah menargetkan jumlah peserta didik yang diterima mencapai 270 siswa,” ujarnya Senin (13/7/2026).
Baca juga : Rumah Warga di Desa Jambean Kediri Terbakar Saat Ditinggal Pergi, Kerugian Diperkirakan Capai Rp250 Juta
Ia menjelaskan, seluruh sarana penunjang telah dipersiapkan, mulai dari fasilitas asrama, konsumsi, seragam, hingga perlengkapan pembelajaran berbasis teknologi.
“Selain kegiatan akademik, sekolah juga menyediakan pembinaan minat dan bakat di bidang olahraga, seni, serta musik,” tambahnya.
Sementara itu, dalam kesempatan itu, dalam kesempatan tersebut, Walikota Kediri Vinanda menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat merupakan salah satu program strategis pemerintah yang bertujuan memperluas akses pendidikan berkualitas secara gratis bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan.
“Program ini sangat baik karena memberikan kesempatan yang sama bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan berkualitas. Harapannya, Sekolah Rakyat menjadi tempat yang aman dan nyaman sehingga mereka bisa meraih cita-citanya,” ujarnya.
Kepala SRT 2 Kota Kediri, Nur Zam’ah, S.Pd.I., menjelaskan selama pelaksanaan MPLS para siswa akan mengikuti serangkaian kegiatan, mulai dari pemeriksaan kesehatan, asesmen psikologi, hingga pembinaan karakter sebagai bagian dari proses adaptasi di lingkungan sekolah.
Ia menambahkan, sebanyak 10 wali asuh dari Sekolah Rakyat Kabupaten Mojokerto turut diterjunkan untuk mendampingi siswa selama masa penyesuaian sekaligus memberikan pendampingan kepada tenaga kependidikan di SRT 2 Kota Kediri.
Baca juga : Harga Timun di Kediri Naik Jadi Rp13.000 per Kilogram, Cabai Rawit Justru Anjlok ke Rp40.000
Sekolah Rakyat menerapkan Kurikulum Nasional yang dipadukan dengan sistem pendidikan berasrama. Konsep tersebut dirancang untuk membentuk karakter, meningkatkan kedisiplinan, serta menumbuhkan kemandirian peserta didik.
Seluruh siswa memperoleh layanan pendidikan secara gratis, meliputi tempat tinggal di asrama, konsumsi, seragam, perlengkapan sekolah, hingga fasilitas pembelajaran berbasis teknologi seperti smart TV dan laptop.
Pemerintah Kota Kediri berharap keberadaan Sekolah Rakyat dapat menjadi solusi dalam pemerataan akses pendidikan sekaligus mencetak generasi yang berprestasi, berkarakter, dan memiliki masa depan yang lebih baik.***
Reporter : Agus Sulistyo
Editor : Hadiyin





