MOJOKERTO, LINGKARWILIS.COM β Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus memperkuat strategi pengentasan kemiskinan dengan mengubah pendekatan dari sekadar penyaluran bantuan sosial menjadi pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui pelatihan keterampilan, bantuan peralatan usaha bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH), hingga dukungan bagi penyandang disabilitas, pemerintah daerah menargetkan semakin banyak warga mampu mandiri secara ekonomi dan keluar dari kategori masyarakat miskin.
Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra saat menghadiri pelatihan keterampilan dan penyerahan bantuan sosial di Aula Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto, Senin (13/7/2026). Kegiatan tersebut diikuti KPM PKH dari sejumlah kecamatan serta penyandang disabilitas yang menjadi sasaran penerima bantuan.
Menurut Gus Barra, Program Keluarga Harapan tidak hanya berfungsi sebagai instrumen perlindungan sosial, tetapi juga harus mampu menjadi sarana membangun kemandirian ekonomi masyarakat.
Baca Juga:Β Rumah Warga di Desa Jambean Kediri Terbakar Saat Ditinggal Pergi, Kerugian Diperkirakan Capai Rp250 Juta
“Kami berharap masyarakat tidak selamanya berada pada desil 1 sampai desil 4. Melalui pelatihan dan bantuan peralatan usaha ini kami ingin mendorong masyarakat menjadi mandiri, memiliki usaha, membuka peluang kerja, hingga akhirnya bisa lulus atau graduasi dari Program Keluarga Harapan,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap upaya tersebut, Pemkab Mojokerto menyerahkan bantuan peralatan usaha kepada 19 KPM PKH dari Kecamatan Puri, Sooko, Gedeg, dan Trawas. Bantuan disesuaikan dengan jenis usaha masing-masing penerima, mulai dari perlengkapan usaha penjual pentol, gorengan, hingga paket tata boga dan pembuatan kue yang dilengkapi kompor gas, tabung gas, oven, blender, panci, wajan, dandang, serta berbagai peralatan penunjang lainnya.
Selain pemberdayaan ekonomi bagi keluarga penerima manfaat, Pemkab Mojokerto juga memberikan bantuan peralatan tata boga kepada 10 penyandang disabilitas sebagai bekal mengembangkan usaha produktif. Pada kesempatan yang sama, pemerintah turut menyerahkan 38 unit kursi roda kepada penyandang disabilitas yang membutuhkan guna meningkatkan mobilitas dan kualitas hidup mereka.
Salah satu penerima bantuan kursi roda merupakan siswa kelas IV sekolah dasar yang diharapkan dapat lebih mudah menjalankan aktivitas belajar maupun kegiatan sehari-hari.
“Kami berharap bantuan kursi roda ini dapat meningkatkan mobilitas penerima sehingga mereka bisa menjalani kehidupan dengan lebih nyaman, mandiri, dan bermartabat,” kata Gus Barra.
Ia menegaskan, seluruh bantuan yang diberikan harus dipandang sebagai modal produktif untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga, bukan sekadar bantuan sesaat. Dengan demikian, masyarakat memiliki kesempatan membangun usaha yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan taraf hidupnya.
“Target kami adalah masyarakat Kabupaten Mojokerto semakin mandiri secara ekonomi. Secara bertahap jumlah warga yang berada pada desil 1 hingga desil 4 terus berkurang karena kondisi ekonominya semakin meningkat,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto Try Raharjo Murdianto menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Tahun Anggaran 2026 sekaligus tindak lanjut Keputusan Bupati Mojokerto mengenai penerima dan jenis bantuan sosial.
Baca Juga:Β Rumah Warga di Desa Jambean Kediri Terbakar Saat Ditinggal Pergi, Kerugian Diperkirakan Capai Rp250 Juta
Menurutnya, program tersebut dirancang agar bantuan sosial tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan sesaat, melainkan menjadi sarana pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan keterampilan dan kesempatan berusaha.
“Kegiatan ini bertujuan membantu pemberdayaan masyarakat, khususnya keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan dan penyandang disabilitas, agar memiliki keterampilan, kesempatan berusaha, sekaligus mampu memenuhi kebutuhan dasarnya,” ujar Try.
Ia berharap seluruh bantuan yang telah diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para penerima sehingga mampu meningkatkan pendapatan keluarga dan mempercepat terwujudnya kemandirian ekonomi masyarakat.
“Harapan kami, bantuan sosial tidak hanya habis untuk konsumsi. Pemerintah Kabupaten Mojokerto telah mendukung melalui pelatihan dan pemberian peralatan usaha sehingga tinggal bagaimana penerima memanfaatkannya untuk meningkatkan ekonomi keluarga,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Bayu




