Tak Punya Murid Baru, SDN Setono Ponorogo Diregrouping, Enam Siswa Dialihkan ke Sekolah Lain

Tak Punya Murid Baru, SDN Setono Ponorogo Diregrouping, Enam Siswa Dialihkan ke Sekolah Lain
SDN Setono Ponorogo yang berada di kecamatan Jenangan (SOny)

Ponorogo, LINGKARWILIS.COM – Minimnya jumlah peserta didik membuat SDN Setono yang berada di Jalan Niken Gandini, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, akhirnya diregrouping. Enam siswa yang sebelumnya masih menempuh pendidikan di sekolah tersebut kini dipindahkan ke sekolah lain.

Dari enam siswa tersebut, empat orang dialihkan ke SDN Singosaren, Kecamatan Jenangan. Sementara dua siswa lainnya melanjutkan pendidikan di SDN 1 Japan, Kecamatan Babadan.

Sekretaris Kelurahan Setono, Hendri Rezza Pratama, mengatakan persoalan minimnya peserta didik di SDN Setono telah terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, sekolah tersebut kesulitan mendapatkan murid baru untuk kelas 1 hingga kelas 3.

“Untuk kelas satu sampai kelas tiga, pendaftarnya sangat sedikit, hanya satu sampai dua anak, bahkan terkadang tidak ada sama sekali,” ujar Hendri.

Kondisi tersebut membuat siswa yang masih bersekolah di SDN Setono disarankan melanjutkan pendidikan di sekolah lain yang memiliki jumlah peserta didik lebih banyak. Pemindahan dilakukan atas persetujuan orang tua dengan mempertimbangkan perkembangan dan kondisi psikologis anak.

Baca juga : Sebanyak 115 Napi Rutan Ponorogo Terima Remisi HUT ke-81 RI, Tujuh Langsung Bebas

Sebelum dilakukan regrouping, siswa yang masih bertahan di SDN Setono hanya berasal dari kelas 4 dan 5. Jumlah peserta didik yang terus menurun kemudian menjadi salah satu alasan sekolah tersebut akhirnya diregrouping.

Hendri mengaku pihak Kelurahan Setono menyayangkan keputusan tersebut. Sebab, SDN Setono selama ini menjadi satu-satunya sekolah dasar negeri yang berada di wilayah Kelurahan Setono.

Berbagai upaya sebelumnya telah dilakukan pihak kelurahan untuk mendorong masyarakat agar menyekolahkan anak mereka di SDN Setono. Namun, keputusan mengenai pilihan sekolah tetap menjadi kewenangan masing-masing orang tua.

Salah satu pertimbangan yang diduga membuat orang tua memilih sekolah lain adalah lokasi SDN Setono yang berada di tepi jalan raya dengan arus lalu lintas cukup padat. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran mengenai keselamatan anak, terutama saat harus menyeberang jalan.

“Kami sebenarnya cukup menyayangkan karena SDN Setono ini satu-satunya SD negeri di wilayah kami. Kami juga sudah berupaya mendorong warga agar bersekolah di sini, tetapi pilihan tetap kami kembalikan kepada orang tua,” katanya.

Dengan dilakukannya regrouping, Kelurahan Setono kini tidak lagi memiliki sekolah dasar negeri yang masih beroperasi.***

Reporter: Sony Dwi Prastyo
Editor: Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *