Ponorogo, LINGKARWILIS.COM – Krisis air bersih akibat kekeringan di Kabupaten Ponorogo terus meluas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo mencatat sedikitnya tujuh wilayah kini membutuhkan bantuan pasokan air bersih.
Dari tujuh lokasi tersebut, tiga di antaranya merupakan titik baru yang mulai mendapat penanganan berupa distribusi air bersih. Ketiga wilayah itu berada di Dukuh Kupit, Desa Caluk, Kecamatan Slahung; Dukuh Gondang, Desa Tumpuk, Kecamatan Sawoo; serta Desa Wonodadi, Kecamatan Ngrayun.
Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo Masun mengatakan, penyaluran air bersih perdana untuk wilayah Tumpuk dan Caluk telah dilakukan pada Kamis (24/9/2026).
“Yang baru itu di Tumpuk dan Caluk. Sudah kita lakukan distribusi air bersih perdana pada Kamis, 24 September,” ujar Masun, Jumat (25/9/2026).
Untuk Dukuh Gondang, Desa Tumpuk, BPBD mengirimkan sebanyak 12 ribu liter air pada distribusi perdana. Sementara pasokan untuk warga Dukuh Kupit, Desa Caluk, telah dilakukan sejak pekan sebelumnya dengan volume sekitar 5 ribu liter dalam setiap pengiriman.
Baca juga : Rumah Dinas Puskesmas Ponorogo Selatan Terbakar, Arsip dan Alat Kesehatan Rusak
Masun menjelaskan, laporan mengenai kesulitan air bersih di Desa Tumpuk diterima BPBD dari Penjabat Kepala Desa setempat. Saat ini sedikitnya empat RT dilaporkan mulai mengalami kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari.
“Kemarin dapat laporan dari Pj Kepala Desa, ada empat RT yang mulai kekurangan air bersih. Untuk kepastian berapa jiwa dan KK yang terdampak, kita masih menunggu hasil asesmen dari teman-teman yang di lapangan,” jelasnya.
Berdasarkan pendataan sementara BPBD, kekeringan di Desa Tumpuk telah berdampak terhadap 303 jiwa yang berasal dari 117 kepala keluarga (KK). Sedangkan di Dukuh Kupit, Desa Caluk, terdapat 75 jiwa atau 36 KK yang membutuhkan pasokan air bersih.
Jumlah air yang dikirimkan ke setiap lokasi tidak disamaratakan. BPBD menyesuaikan volume distribusi dengan jumlah warga yang terdampak serta kebutuhan masing-masing wilayah.
“Data di kami setiap minggunya kurang lebih ada 67 ribu liter air yang kita distribusikan,” kata Masun.
Selain tiga titik baru tersebut, BPBD Ponorogo sebelumnya juga telah menyalurkan air bersih ke empat wilayah lainnya.
Baca juga : KAI Daop 7 Madiun Cek Jalur Kediri-Tulungagung, Pastikan Petugas Siap dan Sehat
Keempat lokasi tersebut yakni Dusun Dungus, Desa Karangpatihan, Kecamatan Pulung; Dusun Bungur, Desa Munggu, Kecamatan Bungkal; Dusun Sidowayah, Desa Sidoharjo, Kecamatan Jambon; serta Dusun Kroyo, Desa Gelangkulon, Kecamatan Sampung.
Dengan bertambahnya titik terdampak, BPBD Ponorogo terus melakukan pemantauan dan asesmen untuk mengetahui perkembangan kondisi kekeringan sekaligus memastikan kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah terdampak dapat terpenuhi. ***
Reporter: Sony Dwi Prastyo
Editor: Hadiyin





