Perdana Digelar, Kemilau Pekan Raya Ponorogo 2026 Tarik Ribuan Pengunjung

Perdana Digelar, Kemilau Pekan Raya Ponorogo 2026 Tarik Ribuan Pengunjung
Plt Bupati Ponorogo bersama forkopimda saat membuka kilau pekan raya (SOny)

Ponorogo, LINGKARWILIS.COM – Ribuan masyarakat memadati kawasan Alun-Alun Ponorogo pada Selasa (3/11/2026) malam untuk menyaksikan pembukaan Kemilau Pekan Raya Ponorogo 2026. Gelaran yang baru pertama kali diselenggarakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo itu langsung mendapat sambutan antusias dari warga.

Berlangsung hingga 6 November 2026, pekan raya tersebut menyuguhkan berbagai kegiatan. Mulai dari pameran inovasi, layanan publik, promosi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), unjuk kreativitas pelajar, hingga pertunjukan musik.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo, Lisdyarita, mengatakan kegiatan ini dirancang bukan sekadar menjadi hiburan masyarakat. Kemilau Pekan Raya juga diharapkan menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus menggerakkan berbagai sektor pembangunan.

Baca juga : Pendapatan Daerah Ponorogo Capai Rp1,67 Triliun hingga September 2026, Tumbuh 14 Persen

“ Kemilau Pekan Raya Ponorogo adalah panggung kebangkitan kita bersama. Panggung bagi organisasi perangkat daerah dalam memberikan pelayanan publik yang informatif, transparan, dan berkualitas kepada masyarakat,” kata Lisdyarita dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, melalui kegiatan tersebut, organisasi perangkat daerah (OPD) memiliki kesempatan untuk memperkenalkan program kerja dan menyampaikan informasi layanan secara langsung kepada masyarakat.

Pekan raya ini juga membuka peluang promosi yang lebih luas bagi pelaku UMKM. Produk-produk lokal dapat diperkenalkan kepada pengunjung melalui stan pameran yang tersedia.

Menurut Lisdyarita, sebanyak 48 booth turut ambil bagian dalam Kemilau Pekan Raya Ponorogo 2026. Di antaranya terdapat stan yang digunakan sebagai sarana pemasaran produk UMKM.

Baca juga : Belanja APBN Kediri Raya Tembus Rp6,1 Triliun hingga September 2026

“ Ada 48 booth yang ikut dalam acara ini, termasuk bagi UMKM sebagai sarana promosi dan perluasan pasar produk lokal agar semakin naik kelas. Panggung para kreator dan pelajar untuk berkarya serta berkompetisi, salah satunya melalui ajang Inotek Expo dan Student Music Festival yang kembali kita hidupkan,” ujarnya.

Lisdyarita berharap partisipasi pelaku usaha, inovator, kreator, dan kalangan pelajar dapat mendorong tumbuhnya ide-ide kreatif serta inovasi baru di Kabupaten Ponorogo.

Pemkab Ponorogo pun berencana mengembangkan kegiatan tersebut sebagai agenda tahunan agar dapat terus memberikan ruang promosi, pelayanan, dan hiburan bagi masyarakat.

“Insyaallah Kemilau Pekan Raya Ponorogo akan dikembangkan menjadi agenda tahunan yang dinanti-nantikan,” terangnya.

Selain pameran dan berbagai kegiatan, pengunjung juga bisa menikmati hiburan musik secara gratis. Pada malam pembukaan, grup musik Last Child tampil menghibur ribuan warga yang hadir.

Pertunjukan musik akan berlanjut selama penyelenggaraan pekan raya hingga hari terakhir. Sebagai penutup rangkaian acara, Darboy Genk dijadwalkan tampil pada malam penutupan.

“Kita nantikan panggung hiburan rakyat gratis, di mana seluruh lapisan masyarakat bisa ikut berpesta menikmati malam ini bersama Last Child. Jangan lupa, setiap harinya juga tetap ada festival yang sangat luar biasa, dan akan diakhiri dengan penutupan bersama Darboy Genk,” ungkapnya.***

Reporter: Sony Dwi Prastyo

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *