KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Bencana angin puting beliung melanda Dusun Kepung Barat, Desa/Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, Rabu (4/11/2026) siang. Terjangan angin kencang tersebut menyebabkan sedikitnya 20 rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan mulai ringan, sedang hingga berat.
Berdasarkan pendataan sementara, dampak bencana tersebar di lima RT, yakni RT 13, 14, 15, 17, dan 18. Meski sejumlah bangunan mengalami kerusakan, tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sementara total kerugian material masih dalam proses pendataan.
Plt Camat Kepung, Agus Joko, menjelaskan bahwa fenomena angin puting beliung terjadi ketika cuaca sedang cerah. Saat itu, tidak turun hujan dan kondisi langit terlihat terang sebelum tiba-tiba muncul angin kencang yang bergerak dari arah selatan menuju utara.
Kedatangan angin secara mendadak tersebut membuat warga setempat terkejut. Hembusan yang disertai pusaran kuat kemudian menerjang kawasan permukiman selama kurang lebih 45 menit.
Baca juga : Pembangunan Amphi Teater Kediri Masuki Tahap Finishing, Ditarget Rampung Pertengahan November 2026
“Begitu mengetahui adanya angin kencang, warga langsung berhamburan keluar rumah untuk mencari tempat terbuka yang dinilai lebih aman. Angin puting beliung diperkirakan berlangsung sekitar 45 menit dengan pusaran yang cukup kuat di wilayah dusun tersebut,” ungkap Agus.
Ia menambahkan, salah satu rumah warga mengalami kerusakan cukup parah, terutama pada bagian atap yang rusak berat akibat diterjang angin.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, pihak kecamatan segera menyampaikan laporan kepada Pemerintah Kabupaten Kediri. Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri kemudian diterjunkan ke lokasi untuk membantu proses penanganan.
“Sejauh ini tidak ditemukan korban jiwa dan kerugian masih dalam pendataan. Saat ini warga bersama perangkat Desa Kepung dan BPBD Kabupaten Kediri melakukan penanganan bencana ini,” imbuhnya.
Hingga saat ini, proses penanganan dampak bencana masih berlangsung dengan melibatkan masyarakat, pemerintah desa, pihak kecamatan, serta BPBD Kabupaten Kediri.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





