Kediri, LINGKARWILIS.COM – Harga sawi putih di pasar Kabupaten Kediri mengalami lonjakan tajam pada akhir Oktober 2026. Komoditas sayuran tersebut kini dijual mencapai Rp 12.000 per kilogram, naik dua kali lipat dibandingkan harga sebelumnya yang berada di kisaran Rp 6.000 per kilogram.
Kenaikan ini menyusul meningkatnya harga sejumlah sayuran lain, seperti cabai, terong, dan kacang panjang menjelang akhir tahun. Tingginya permintaan pasar, sementara panen raya sawi putih belum berlangsung, disebut menjadi salah satu faktor yang mendorong kenaikan harga.
Suwartini, pedagang sayur di Pasar Banyakan, mengaku kenaikan harga sawi putih kali ini terbilang tidak biasa. Menurutnya, pada tahun-tahun sebelumnya, harga komoditas tersebut umumnya hanya mencapai sekitar Rp 8.000 per kilogram saat mengalami lonjakan.
“Dalam sehari saya siapkan sawi satu kuintal tidak habis, tetapi minggu ini saya menjual dua kuintal habis belum sampai sehari. Konsumen cepat membeli sawi agar tidak cepat busuk,” ungkapnya.
Baca juga : BPBD Kabupaten Kediri Kirim Air Bersih ke Desa Puncu dan Margomulyo, Suplai Dijadwalkan Berlanjut
Ia menjelaskan, sawi putih termasuk sayuran yang mudah rusak jika disimpan terlalu lama. Bahkan, jika hanya disimpan dalam karung selama sehari, bagian bawah tumpukan bisa lebih cepat membusuk sehingga menurunkan kualitas dan nilai jual.
Kondisi tersebut membuat pedagang harus lebih cermat mengatur persediaan. Mereka perlu memastikan sayuran yang dijual tetap segar agar sesuai dengan kebutuhan konsumen, meskipun harga sedang meningkat.
Suwartini menambahkan, Kabupaten Kediri belum memasuki masa panen raya sawi putih. Berdasarkan pengalamannya, panen raya biasanya berlangsung pada Juli hingga Agustus, sedangkan panen pada Oktober menjadi periode terakhir setelah musim kemarau.
Baca juga : Subuh Keliling di Pare, Kapolres Kediri Ajak Warga Aktifkan Kembali Poskamling
“ Kita hanya menerima sayur, termasuk sawi putih, dalam kondisi segar. Konsumen meminta sawi yang bagus dan tidak ingin yang busuk. Karena itu, stok harus kita siapkan dengan baik meski harga naik berlipat,” ujarnya.
Lonjakan harga sawi putih ini menjadi tantangan tersendiri bagi pedagang maupun konsumen. Di satu sisi, permintaan pasar meningkat, tetapi di sisi lain, ketersediaan sayuran segar dan daya tahan komoditas menjadi faktor penting yang harus diperhatikan dalam menjaga kualitas penjualan.***
Reporter :Bakti Wijayanto
Editor Hadiyin





