Kapolres Kediri Kota Ingatkan Pelajar Tak Mudah Terprovokasi Informasi Negatif di Medsos

Kapolres Kediri Kota Ingatkan Pelajar Tak Mudah Terprovokasi Informasi Negatif di Medsos
Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto usai memberikan sosialisasi di MAN 2 Kota Kediri. (burhan)

Kediri, LINGKARWILIS.COM – Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto mengajak para pelajar, terutama Generasi Z, untuk lebih cermat dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial. Mereka diingatkan agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

Pesan tersebut disampaikan AKBP Kresno saat bertindak sebagai inspektur upacara di lapangan MAN 2 Kota Kediri, Senin (26/10). Di hadapan siswa dan tenaga pendidik, ia menekankan pentingnya membangun pola pikir kritis di tengah derasnya arus informasi digital.

Menurutnya, perkembangan teknologi telah mengubah kebiasaan masyarakat dalam berkomunikasi. Jika dahulu interaksi lebih banyak dilakukan secara langsung, kini media sosial menjadi salah satu sarana komunikasi yang paling sering digunakan.

“Berbeda dengan zaman kami dulu. Ketika lahir, belum ada handphone, internet maupun media sosial seperti sekarang. Kami lebih sering bertemu dan berdialog dengan teman-teman secara langsung. Sekarang, kita lebih sering berkomunikasi melalui media sosial,” jelasnya.

Baca juga : Operasi Patuh Semeru 2026, Polres Kediri Kedepankan Edukasi dengan Porsi 80 Persen

AKBP Kresno menilai media sosial membawa manfaat sekaligus risiko. Kemudahan memperoleh informasi perlu dibarengi kemampuan untuk memilah konten dan memeriksa kebenarannya sebelum mempercayai atau membagikannya kepada orang lain.

Ia mengingatkan bahwa informasi keliru yang diterima begitu saja dapat memicu kesalahpahaman, bahkan berujung pada pertengkaran ketika persoalan tersebut terbawa ke kehidupan sehari-hari.

“Media sosial bisa membawa dampak baik, tetapi juga bisa berdampak buruk. Ketika ada berita atau pernyataan yang tidak benar, kemudian kita yakini dan kita bawa ke dunia nyata, hal itu bisa menjadi informasi negatif dan berbahaya,” ungkapnya.

Karena itu, para siswa MAN 2 Kota Kediri diminta membiasakan diri berpikir kritis, menjaga sikap positif, serta tidak gampang terpengaruh oleh kabar yang belum jelas sumber dan kebenarannya.

Baca juga : Mas Dhito Tegaskan Tak Ada Toleransi Bullying di Kabupaten Kediri, Pelaku Bisa Diskors hingga DO

Ia menegaskan, kecakapan digital bukan sekadar kemampuan mengakses informasi. Lebih dari itu, pengguna media sosial perlu memiliki tanggung jawab dalam menilai, menyikapi, dan menyebarkan setiap informasi.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Kediri Kota juga memperkenalkan layanan Polisi 110 yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk melaporkan kejadian atau meminta bantuan kepolisian.

AKBP Kresno menjelaskan, masyarakat yang menghadapi persoalan dan membutuhkan penanganan petugas dapat menghubungi layanan tersebut. Laporan yang diterima operator selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh anggota kepolisian sesuai kebutuhan.

“Kalau adik-adik maupun bapak dan ibu guru mengalami permasalahan dalam kehidupan bermasyarakat, silakan hubungi layanan Polisi 110. Laporan akan diterima operator kami, kemudian petugas kepolisian akan ditugaskan untuk datang dan membantu mengatasi permasalahan tersebut,” terangnya.

Melalui sosialisasi ini, ia berharap siswa dan tenaga pendidik semakin mengetahui akses untuk mendapatkan bantuan kepolisian. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu ragu memanfaatkan layanan tersebut saat menghadapi situasi yang membutuhkan penanganan petugas.

Menutup pesannya, AKBP Kresno berharap seluruh siswa MAN 2 Kota Kediri dapat menjalani pendidikan dengan baik, meraih cita-cita sesuai potensi masing-masing, serta tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas, berintegritas, dan berakhlakul karimah.***

Reporter: Agus Ely Burhan

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *